Malang |koranbangsa.com – Mahasiswa Kelompok 06 Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKNT) Universitas Al-Qolam Malang memulai babak baru pengabdian mereka di Desa Kaumrejo, Kecamatan Ngantang. Dengan mengusung tema “Gerakan Desa Maslahah”, acara pembukaan dan serah terima mahasiswa sukses digelar pada Rabu (06/05/2026).
Prosesi Pembukaan yang Khidmat Acara dimulai tepat pukul 08.19 WIB yang dipandu oleh Eka Ma’krifatu Billah. Suasana Balai Desa Kaumrejo tampak hangat dengan kehadiran berbagai elemen masyarakat, mulai dari pihak Kecamatan, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), hingga jajaran Badan Otonom (Banom) NU seperti Ansor, Fatayat, dan LAZISNU. Kehadiran Pengurus Ranting serta tokoh masyarakat setempat semakin mempertegas dukungan penuh atas kehadiran para mahasiswa.
Rangkaian Sambutan Dari Pengabdian hingga Kolaborasi Kegiatan ini diwarnai dengan serangkaian sambutan yang memberikan motivasi tinggi bagi para peserta KKNT:
Handika Putra Pratama (Ketua Kelompok) Membuka sesi sambutan dengan menyampaikan kesiapan tim untuk bersinergi dan belajar langsung dari dinamika masyarakat Kaumrejo.
Bapak Mufti Kamal (DPL) Secara resmi menyerahkan mahasiswa KKNT kepada pihak desa. Beliau berharap mahasiswa dapat menjadi jembatan ilmu dan solusi bagi kebutuhan masyarakat.
Ketua Ranting NU Memberikan sambutan hangat dan menyatakan kesiapan pihak Ranting untuk mendampingi mahasiswa selama masa pengabdian.
Ketua MWC NU Dalam pesannya, beliau menekankan bahwa Desa Kaumrejo sudah memiliki fondasi yang baik. Namun, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu melengkapi hal-hal yang masih kurang. “Kalian hadir karena kalian sudah siap membantu,” tegas beliau.
Filosofi “Abang Puteh” dan Adat Istiadat Salah satu momen paling berkesan adalah sambutan dari Kepala Desa Kaumrejo. Beliau menjelaskan makna mendalam di balik identitas desa yang bernuansa “Merah Putih” atau dalam bahasa Jawa disebut Abang Puteh.
“Abang artinya Ayo Bangkit. Kita harus punya semangat sampai akhir hayat. Sedangkan Puteh artinya Puput e Geteh (titik darah penghabisan). Jadi, mari bangkit sampai titik darah penghabisan untuk memberi manfaat bagi orang banyak,” tutur Kepala Desa dengan penuh semangat.
Beliau juga memaparkan kekayaan tradisi di Kaumrejo, mulai dari kegiatan keagamaan yang kental seperti Majelis Taklim setiap hari Senin, hingga pelestarian budaya Kuda Lumping dan Pencak Silat. Sektor pendidikan pun tergolong lengkap dengan adanya unit MI dan RA yang aktif dalam kegiatan MTQ.
Resmi Dibuka dengan Inovasi Digital Sebagai simbol dimulainya masa pengabdian, Kepala Desa melakukan prosesi scan tangan yang diikuti dengan penayangan video profil KKNT Kaumrejo. Inovasi ini menandai kesiapan mahasiswa untuk terjun secara totalitas (all out) dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, hingga takziah warga sebagai bentuk adaptasi dengan adat setempat.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Eko, memohon agar seluruh program kerja berjalan tuntas dan lancar. Sesi foto bersama menjadi penutup manis yang mengabadikan awal perjalanan mahasiswa Universitas Al-Qolam dalam mewujudkan kemaslahatan di Desa Kaumrejo.












