MALANG | KORANBANGSA.COM — Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 sekaligus Bersih Desa, Dusun Umbulrejo, Kecamatan Gedangan, menggelar rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak bulan Juli hingga Agustus 2025. Beragam lomba dan hiburan disajikan untuk warga, mulai dari lomba voli antar wilayah,
jalan sehat, hingga pagelaran wayang kulit. Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal persiapan, dengan
warga bahu-membahu mempersiapkan segala keperluan demi suksesnya acara.
Lomba voli yang menjadi agenda utama berlangsung di Lapangan Voli Balai Dusun Umbulrejo setiap malam
pukul 20.30 hingga 00.30 WIB. Pertandingan diikuti oleh tim dari berbagai wilayah, antara lain Umbulrejo RT 13, 14, 15A, 15B, 16A, 16B, 17A, 17B; Bajulmati RT 38, RT 40; Kedungrampal RT 02, RT 11; Ardimulyo; Sendang
Biru; Cucu Samudra; SMP PGRI 04; serta Jago Kapuk RT 13, 14, 15, 16, dan 17. Seluruh peserta menunjukkan
semangat juang tinggi meskipun pertandingan berlangsung hingga larut malam.
Pertarungan sengit antar tim memuncak pada babak final yang dimenangkan oleh RT 15A sebagai Juara Pertama, disusul RT 16B sebagai Juara Kedua. Sorakan penonton dan semangat sportivitas mewarnai jalannya kompetisi hingga malam penutupan. Kemeriahan ini menambah rasa bangga warga terhadap prestasi yang diraih oleh masing-masing wilayah.
Selain lomba voli, acara juga dimeriahkan dengan jalan sehat yang melibatkan ratusan warga, serta pagelaran wayang kulit yang menjadi tradisi tahunan di Dusun Umbulrejo. Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan antarwarga. Banyak UMKM lokal juga ikut berjualan di sekitar lokasi, memberikan suasana meriah sekaligus menggerakkan perekonomian warga.
Keterlibatan mahasiswa KKN-T Kelompok 7 dari Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang turut
memberikan warna dalam penyelenggaraan. Mereka berperan sebagai panitia, membantu persiapan hingga jalannya acara. Kehadiran mahasiswa menjadi wujud sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat desa.
Rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan penuh semangat, menjadi bukti bahwa gotong royong dan rasa persatuan tetap terjaga di tengah masyarakat. Semoga rutinitas tahunan ini dapat terus dkebersamaan di tahun-tahun berikutnya sebagai bagian dari pelestarian budaya dan kebersamaan. (*)












