Malang | koranbangsa.com – Lantunan sholawat dengan iringan tabuhan bernuansa campursari memeriahkan kegiatan Safari Maulid 40 Malam yang dilaksanakan pada Senin malam 03 Agustus 2026 pukul 20.00 WIB. Kegiatan tersebut bertempat di halaman rumah Haji Eko, Dusun Sumbertempur Kulon, Desa Sumbertempur.
Safari Maulid yang memasuki malam ke-20 tersebut diselenggarakan oleh Jam’iyah Sholawat Inabah Ngaji Tuwo Pondok Pesantren Manba’ul Hidayah. Masyarakat dari berbagai kalangan turut hadir untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan sekaligus melantunkan sholawat bersama.w
Salah satu hal yang menarik dalam kegiatan tersebut adalah penampilan sholawat yang dikemas dengan iringan tabuhan bernuansa campursari. Lantunan sholawat tidak hanya dibawakan dengan iringan hadroh dan musik Banjari Islami, tetapi juga diperkaya dengan tabuhan campursari yang memberikan warna tersendiri dalam penampilannya.
Perpaduan irama tersebut menghasilkan suasana yang meriah dan penuh semangat tanpa menghilangkan kekhidmatan dalam bersholawat. Tabuhan musik yang mengiringi lantunan sholawat membuat penampilan terasa lebih hidup serta mampu menarik perhatian jamaah yang hadir.
Jamaah tampak antusias mengikuti lantunan sholawat hingga akhir acara. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika masyarakat turut bersholawat bersama, menciptakan nuansa religius yang hangat di tengah lingkungan warga Desa Sumbertempur.
Setelah rangkaian sholawat, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh Kiai Muhammad Imam Badri. Melalui tausiyah tersebut, jamaah diajak untuk meningkatkan keimanan, memperkuat rasa persaudaraan, serta meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang turut hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Selain berpartisipasi bersama masyarakat, mahasiswa KKN juga melakukan dokumentasi sebagai bagian dari keterlibatan dalam kegiatan sosial dan keagamaan di Desa Sumbertempur.
Safari Maulid 40 Malam menjadi salah satu kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan sebagai sarana meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, beribadah, serta menjaga semangat kebersamaan.
Melalui penyajian sholawat dengan iringan musik yang lebih beragam, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa tradisi sholawatan dapat dikemas secara menarik tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Diharapkan, kegiatan Safari Maulid 40 Malam dapat terus dilestarikan dan menjadi wadah untuk memperkuat hubungan antara masyarakat, tokoh agama, serta generasi muda di Desa Sumbertempur.












