Malang | koranbangsa.com – Koperasi Citra Kartini menyelenggarakan pelatihan menjahit yang diikuti 16 peserta dengan rentang usia sekitar 22 hingga 50 tahun. Kegiatan ini membekali peserta dengan keterampilan menjahit mulai dari pengenalan dasar hingga persiapan mengikuti uji kompetensi setelah seluruh rangkaian pelatihan selesai.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan mahasiswa KKN-T 02 Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang pada 3 Agustus 2026, pelatihan berlangsung selama 33 hari. Kegiatan dilaksanakan mulai sekitar pukul 09.00 hingga 14.30 dengan menyesuaikan aktivitas peserta yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga.
Materi diberikan secara bertahap, mulai dari pengenalan mesin jahit, mesin obras, berbagai peralatan dan bahan, pembuatan pola, hingga praktik menghasilkan pakaian. Peserta antara lain mempelajari pembuatan pola rok dan praktik menjahit rok serta blus. Sebagian peserta memulai pelatihan dari nol, sedangkan beberapa lainnya telah memiliki pengalaman menjahit dan mengikuti kegiatan untuk meningkatkan keterampilan.
Instruktur pelatihan dari UPT Singosari, Ruli Anggareta S.Pd., mengatakan tujuan utama kegiatan bukan sekadar mengenalkan teknik menjahit, tetapi membentuk peserta agar mampu menghasilkan pakaian secara mandiri. Setelah 33 hari pelatihan, peserta juga akan mengikuti ujian kompetensi menjahit. Peserta yang dinyatakan kompeten akan memperoleh sertifikat dari BNSP.
“Outputnya yang pertama, ibu-ibu bisa menjahit, bisa membuat, bisa memproduksi pakaian,” ujar Ruli saat diwawancarai tim KKN-T 02 UNIRA Malang.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak dipungut biaya. Kebutuhan pelatihan seperti bahan praktik, konsumsi, seragam, sepatu, buku panduan, dan buku pola telah disediakan. Untuk mendukung praktik, masing-masing peserta juga menggunakan satu mesin jahit sehingga tidak perlu bergantian.
Salah satu peserta, Mutikah, 50 tahun, menjadi contoh bahwa pelatihan tidak hanya diperuntukkan bagi peserta yang belum pernah menjahit. Mutikah telah memiliki pengalaman menjahit dan peralatan sendiri di rumah, tetapi tetap mengikuti kegiatan untuk memperbarui pengetahuan dan keterampilannya.
Di tengah pelatihan, ia juga harus membagi waktu dengan aktivitas berdagang sayur dan mengurus keluarga. Mutikah biasa pergi ke pasar sejak dini hari, menyiapkan dagangan, mengurus kebutuhan anak, kemudian mengikuti pelatihan hingga siang hari.
Pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penguasaan teknik menjahit. Keterampilan dan sertifikasi yang diperoleh peserta diharapkan dapat mendukung peluang kerja, usaha mandiri, serta pengembangan kegiatan produktif di lingkungan Koperasi Citra Kartini.
“Saya ingin menambah ilmu. Walaupun di rumah sudah menjahit, tidak menutup kemungkinan di sini saya bisa mendapatkan ilmu baru,” kata Mutikah.












