Malang | koranbangsa.com — Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan (PPL) Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang Kelompok 3 menggelar program penghijauan taman sekolah dengan memanfaatkan barang bekas sebagai pot hias di SMP Negeri 2 Pakisaji, Kabupaten Malang. Kegiatan yang melibatkan siswa dan warga sekolah ini bertujuan mengurangi limbah, menumbuhkan kesadaran lingkungan, sekaligus mempercantik taman sekolah menggunakan barang-barang yang sebelumnya tidak terpakai.
Program ini digagas setelah mahasiswa PPL Kelompok 3 mengamati kondisi taman sekolah yang kurang tertata dan minim tanaman hias, sementara di lingkungan sekolah banyak ditemukan barang bekas seperti botol plastik, kaleng cat, ember rusak, dan wadah lain yang tidak terpakai. Dari situ muncul gagasan untuk memadukan dua masalah menjadi satu solusi: mengubah barang bekas menjadi pot hias sekaligus menghijaukan taman sekolah.
Kegiatan diawali dengan pengumpulan barang bekas oleh mahasiswa PPL bersama siswa, termasuk sumbangan barang dari rumah masing-masing, yang kemudian dibersihkan dan dipilah sesuai bentuk dan ukurannya. Tahap berikutnya adalah pemotongan, pembentukan, pengecatan, dan dekorasi pot dengan berbagai warna dan motif kreatif yang berlangsung meriah diwarnai antusiasme siswa. Setelah pot selesai dihias, dilakukan penanaman tanaman hias dan tanaman obat keluarga (toga), mulai dari pengisian media tanam hingga penyiraman awal, sebelum akhirnya pot-pot tersebut ditata di berbagai titik taman sekolah hingga membentuk lanskap hijau yang lebih tertata dan sedap dipandang.
Sepanjang pelaksanaan program, sinergi antara mahasiswa PPL, guru, dan siswa terlihat begitu kuat, dengan semangat gotong royong yang menonjol di setiap tahapan. Ketua Pelaksana Program dari mahasiswa PPL Kelompok 3 menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari keinginan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekolah.
“Program ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan barang bekas menjadi pot hias sekaligus mendukung penghijauan lingkungan sekolah. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran siswa bahwa barang yang dianggap tidak terpakai masih dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat bagi lingkungan,” ujarnya, sekaligus menambahkan bahwa program ini menjadi media pembelajaran langsung bagi mahasiswa PPL dalam menerapkan ilmu kuliah ke kegiatan nyata di sekolah.
Apresiasi turut disampaikan oleh guru pamong yang mendampingi program ini. “Kami sangat mengapresiasi program yang dibawa oleh mahasiswa PPL UNIRA Malang ini. Selain membuat taman sekolah menjadi lebih hijau dan indah, kegiatan ini juga mengajarkan siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan berpikir kreatif dalam memanfaatkan barang-barang di sekitar mereka,” ungkapnya. Salah satu siswa peserta kegiatan turut mengaku senang mengikuti program ini karena barang bekas yang semula dianggap sampah ternyata bisa disulap menjadi pot hias yang bagus, dan kini ia merasa lebih semangat menjaga kebersihan taman sekolah.
Program penghijauan berbasis daur ulang ini memberikan dampak nyata terhadap kondisi lingkungan sekolah: taman yang sebelumnya gersang kini berubah menjadi lebih hijau, bersih, dan estetis berkat puluhan pot hias warna-warni hasil karya siswa, sekaligus menanamkan nilai kepedulian lingkungan, kreativitas, dan gotong royong. Mahasiswa PPL UNIRA Malang Kelompok 3 berharap semangat mendaur ulang dan mencintai lingkungan ini dapat terus dilanjutkan oleh warga SMP Negeri 2 Pakisaji bahkan setelah masa PPL berakhir, serta menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk mengembangkan konsep penghijauan berbasis pemanfaatan barang bekas.












