Malang | Koranbangsa.com — Sebanyak 187 mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Ilmu Keislaman (FIK), Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang, mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FIK 2026, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Hall KH Moch. Said tersebut menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus membangun perspektif dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang kini semakin berpengaruh terhadap dunia pendidikan.
Mengusung tema “Navigasi Etika AI Berbasis Nilai Khaira Ummah: Membentuk Cendekia FIK yang Inovatif, Berintegritas, dan Berdampak”, PKKMB FIK 2026 tidak sekadar menjadi agenda pengenalan kampus. Kegiatan tersebut diarahkan sebagai ruang pembekalan bagi mahasiswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara produktif tanpa mengabaikan etika, integritas, dan nilai-nilai keislaman.
Ketua Panitia PKKMB FIK 2026, Eko Yusuf Wahyudi, mengatakan kehadiran 187 mahasiswa baru dari Prodi PAI dan PGMI menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap FIK Unira Malang yang terus tumbuh.
“Sebanyak 187 mahasiswa baru gabungan dari Prodi PAI dan PGMI resmi bergabung hari ini. Kami menyusun rangkaian kegiatan ini agar mereka siap menghadapi tantangan era kecerdasan buatan. Pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan harus tetap berlandaskan nilai-nilai khaira ummah, menjadikan mereka generasi terbaik yang inovatif, berintegritas, dan memberi manfaat nyata,” ujar Eko.
Menurutnya, perkembangan AI menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan. Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis dalam menggunakan teknologi, tetapi juga harus mempunyai kemampuan kritis dan kesadaran etis dalam menggunakannya.
Pandangan serupa disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Keislaman Unira Malang, Siti Muawawanatul Hasanah. Ia menekankan posisi strategis mahasiswa PAI dan PGMI sebagai calon pendidik yang kelak berhadapan langsung dengan generasi digital.
Menurut Siti, penguasaan teknologi menjadi sebuah keniscayaan bagi calon pendidik. Namun, kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan moralitas.
“Sebagai calon penerus bangsa, mahasiswa PAI dan PGMI tidak boleh gagap teknologi. AI harus diposisikan sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, pijakan etika dan integritas moral berbasis khaira ummah harus tetap menjadi kompas utama,” tegasnya.
Ia menambahkan, kecanggihan teknologi tidak boleh menggantikan peran manusia dalam membangun karakter dan keteladanan. Justru, menurutnya, kehadiran AI harus dimanfaatkan untuk memperkuat kreativitas, produktivitas, dan kualitas pembelajaran.
Sementara itu, Rektor Unira Malang, KH Imron Rosyadi Hamid, secara resmi membuka kegiatan PKKMB FIK 2026. Dalam sambutannya, ia mendorong mahasiswa baru menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang untuk mengembangkan kapasitas intelektual, karakter, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Mahasiswa, kata dia, harus mampu membangun daya saing akademik dan profesional yang kuat, tetapi tetap memiliki akar nilai keislaman sebagai fondasi dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.
Rangkaian PKKMB FIK 2026 juga diisi dengan pengenalan Program Studi PAI dan PGMI, wawasan akademik, serta pengenalan organisasi kemahasiswaan melalui Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) PAI dan HMP PGMI.
Sejumlah pemateri turut memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru, di antaranya Siti Muawawanatul Hasanah, Isna Nurul Inayati, dan Lintang Kawuryan, serta jajaran ketua program studi.
Diskusi interaktif mengenai integrasi teknologi kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan Islam menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut.
Melalui PKKMB ini, FIK Unira Malang menegaskan komitmennya untuk menyiapkan calon pendidik yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu membaca perkembangan teknologi secara kritis dan bertanggung jawab.
Di tengah akselerasi teknologi AI, mahasiswa PAI dan PGMI diharapkan mampu tampil sebagai cendekia yang inovatif, berintegritas, dan berdampak, dengan tetap menjadikan nilai-nilai khaira ummah sebagai landasan dalam mengembangkan ilmu dan mengabdikan diri kepada masyarakat.












