Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, ARSIDO FAM menggelar kegiatan refleksi kemerdekaan pada Minggu, 16 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dikemas dengan rangkaian acara yang melibatkan pemuda, generasi pelajar, tokoh masyarakat, serta anggota DPRD Kabupaten Malang.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana semakin khidmat ketika dua generasi muda dari kalangan siswa SD hingga MTs membacakan puisi bertema perjuangan dan kemerdekaan.
Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Teks Proklamasi oleh Pak Budi dan pembacaan Pancasila oleh Pak Wari, yang merupakan tokoh masyarakat sekaligus sesepuh setempat. Pelibatan para sesepuh dalam kegiatan tersebut menjadi simbol keterhubungan antara perjuangan generasi terdahulu dengan semangat generasi muda saat ini.
Perwakilan pemuda, Dian Wahyudi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif para pemuda. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda tahunan sebagai ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap nilai-nilai kemerdekaan.
“Kegiatan seperti ini merupakan inisiatif dari pemuda dan insyaallah akan kami lanjutkan menjadi kegiatan tahunan,” ujar Dian Wahyudi.
Memasuki sesi utama, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow refleksi kemerdekaan bersama anggota DPRD Kabupaten Malang, H. Sugianto, dengan moderator M. Nur Rofiq.
Salah satu pertanyaan yang menjadi perhatian dalam talkshow adalah mengenai bahaya narkoba bagi generasi muda dan apakah generasi saat ini sudah benar-benar merdeka dari ancaman tersebut.
Menanggapi hal itu, H. Sugianto menekankan pentingnya peran keluarga dan pemerintah dalam memberikan edukasi kepada generasi muda. Menurutnya, lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan perilaku seseorang sehingga upaya pencegahan tidak dapat hanya dibebankan kepada satu pihak.
Ia juga menyinggung pentingnya keterbukaan dalam penanganan penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, masyarakat tidak perlu takut untuk menyampaikan apabila pernah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba karena terdapat proses rehabilitasi yang dapat ditempuh.
“Jangan takut untuk terbuka. Kalau memang pernah memakai atau mengalami persoalan terkait narkoba, bisa disampaikan dan kemudian diproses melalui rehabilitasi,” terang H. Sugianto.
Pembahasan tersebut menjadi salah satu refleksi bahwa makna kemerdekaan tidak hanya terbatas pada terbebasnya bangsa dari penjajahan, tetapi juga bagaimana generasi muda dapat terbebas dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan mereka.
Setelah talkshow, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas kemerdekaan bangsa Indonesia. Potongan tumpeng kemudian menjadi simbol kebersamaan antara pemuda, tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang hadir.
Kegiatan ditutup dengan makan bersama serta nonton bareng film perjuangan Jenderal Sudirman. Melalui rangkaian tersebut, Rekan rekan ARSIDO FAM berharap semangat kemerdekaan tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, kepedulian sosial, serta peran generasi muda dalam membangun lingkungan dan bangsa.
“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi tentang meneruskan perjuangan itu dengan menjaga generasi dan lingkungan kita.”












