Malang | koranbangsa.com – era pendidikan yang kian digital, adaptasi teknologi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi para tenaga pendidik. Menjawab tantangan tersebut, Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Kelompok 1 Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang sukses menyelenggarakan “Workshop Integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam Penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM)”.
Kegiatan edukatif ini diselenggarakan di SMP NU Gondanglegi yang berlokasi di Jl. Trunojoyo No. 203, Kabupaten Malang, pada Sabtu (15/8/2026). Mengusung tagline “Smarter Planning, Meaning Learning”, acara yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB ini secara khusus ditujukan untuk memberikan penguatan kompetensi profesional bagi para guru.
Workshop ini menghadirkan para pakar pendidikan sebagai narasumber utama, yakni Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNIRA, Dr. Hamidi Rasyid, M.Pd., dan Lailatul Rofiah, M.Pd., selaku Kaprodi. Acara ini juga dipandu secara interaktif oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nur Al Maida, M.Pd., yang bertindak sebagai moderator.
Ketua Pelaksana Workshop, Yuda Dirga Firmansyah, menjelaskan bahwa gagasan utama dari acara ini lahir dari observasi mahasiswa terhadap kebutuhan guru dalam menyusun administrasi pembelajaran di tengah padatnya jam mengajar.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi kami sebagai mahasiswa PPL untuk mendampingi para tenaga pendidik agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Harapannya, dengan pemanfaatan AI yang bijak dan tepat, bapak dan ibu guru dapat merancang pembelajaran yang lebih mendalam, inovatif, dan tentunya tidak lagi terbebani oleh proses administrasi yang rumit,” ujar Yuda.
Antusiasme peserta sangat terasa sepanjang acara berlangsung. Hal ini terbukti dari tanggapan positif yang diberikan oleh para guru setelah mempraktikkan langsung penggunaan AI untuk menyusun perangkat ajar.
Kendy Sutikno S.Pd.I., S.Pd., Gr., salah satu peserta workshop, mengaku mendapatkan banyak pencerahan dan keterampilan baru dari pelatihan ini.
“Workshop ini sungguh sangat membantu kami di lapangan. Terus terang, sebelumnya terkadang kita cuma sekadar copy-paste saja untuk membuat perangkat ajar karena terbentur waktu dan rutinitas. Namun, dengan adanya pelatihan integrasi AI ini, kami benar-benar sangat terbantu. Kami jadi tahu cara menyusun RPM yang segar, lebih terarah, kreatif, dan prosesnya jauh lebih efisien. Ini sangat luar biasa,” ungkap Kendy dengan antusias.
Melalui sinergi antara mahasiswa PPL UNIRA Kelompok 1 dan pihak sekolah, kegiatan ini diharapkan dapat memicu semangat inovasi di lingkungan SMP NU Gondanglegi. Kehadiran teknologi AI diharapkan bukan untuk menggantikan esensi seorang guru, melainkan menjadi alat cerdas yang membantu menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik.












