Malang | koranbangsa.com – Koperasi Kartini yang berlokasi di Desa Senggreng kembali menyelenggarakan agenda rutin kesehatan yang menjadi tradisi warga sekitar, yaitu Senam Aerobik dan Latihan Teknik Kebugaran (LTK). Puluhan warga antusias menggerakkan badan mengikuti instruksi dari instruktur.
Kegiatan ini didokumentasikan melalui wawancara dengan tim Mahasiswa KKN-T 02 Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang pada 7 Agustus 2026. Mahasiswa mencatat bagaimana program ini mampu membangun kedekatan emosional serta solidaritas sosial yang kuat antara pengelola koperasi dan masyarakat.
Bagi pengurus dan warga Desa Senggreng, agenda Jumat pagi ini bukan sekadar olahraga biasa. Kegiatan diawali sesi pembuka senam LTK yang berjalan setahun terakhir, lalu dilanjutkan senam aerobik utama yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Ibu Hartati, perwakilan Koperasi Kartini, menuturkan inisiatif ini lahir dari keinginan berkontribusi langsung pada kesehatan anggota dan masyarakat luas tanpa memungut biaya.
“Daripada mereka ikut senam di tempat lain yang harus bayar, di sini gratis. Kami juga tidak membebani peserta dengan urusan seragam. Yang terpenting itu badan mereka sehat, bukan seragamnya,” ujar Ibu Hartati.
Keunikan program ini terletak pada instrukturnya. Koperasi tidak mendatangkan pelatih luar, melainkan memberdayakan anggotanya sendiri. Saat ini ada empat instruktur yang bertugas bergiliran: Mbak Indra, Mbak Jantika, Mbak Indri, dan Pak Jokodole.
Pendekatan inklusif ini terbukti efektif. Peserta yang hadir tidak hanya anggota koperasi, tetapi juga warga umum Desa Senggreng. Antusiasme masyarakat terus terjaga setiap minggu, kecuali saat hari libur nasional.
Selain dampak kesehatan, Koperasi Kartini melihat hubungan erat antara kebugaran fisik dan kesejahteraan ekonomi. Anggota yang sehat memiliki produktivitas kerja tinggi, sehingga lancar mencari nafkah, menabung, serta memenuhi kewajiban finansial di koperasi.
Guna melengkapi kebersamaan, senam ditutup dengan pembagian konsumsi “Jumat Berkah”. Penyediaan konsumsi bergantian dilakukan jajaran internal, mulai dari pengurus, pengawas, penggagas, hingga karyawan unit Simpan Pinjam, Toko, dan Sekretariat sebagai edukasi budaya bersedekah.
“Melalui konsistensi ini, Koperasi Kartini berharap dapat terus memfasilitasi sarana dan instruktur senam secara berkelanjutan, sehingga kesehatan dan kesejahteraan anggota serta masyarakat sekitar dapat terus terjaga,” tutup Ibu Hartati.












