Batu | Koranbangsa.com — Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang penguatan nilai kebangsaan. Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), Ali Ahmad, S.H., menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula Thoriqul Huda, Kota Batu, Jumat pagi (13/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana Ramadan tersebut dihadiri puluhan peserta yang didominasi kalangan pemuda, tokoh masyarakat, serta elemen warga setempat. Forum berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, mencerminkan semangat Ramadan yang tidak hanya diisi dengan ibadah spiritual, tetapi juga kegiatan produktif yang memperkuat wawasan kebangsaan.
Dalam pemaparannya, politisi yang akrab disapa Gus Ali itu menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai kebangsaan merupakan fondasi penting untuk menjaga keutuhan bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan informasi digital.
“Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar konsep yang dihafalkan, tetapi harus menjadi pedoman hidup dalam bermasyarakat. Nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, dan persatuan harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Gus Ali di hadapan peserta.
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Timur V (Malang Raya), Gus Ali juga mengajak generasi muda Kota Batu untuk menjadi garda terdepan dalam merawat kebhinekaan dan memperkuat semangat nasionalisme.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan bangsa, terutama di era media sosial yang sering kali dipenuhi informasi yang belum tentu benar.
“Anak-anak muda harus kritis sekaligus memiliki komitmen kebangsaan yang kuat. Jangan sampai mudah terpengaruh oleh narasi yang memecah belah persatuan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Gus Ali juga menyoroti pentingnya harmonisasi antara nilai keagamaan dan nilai kebangsaan. Ia menilai bahwa semangat moderasi beragama harus berjalan beriringan dengan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pantauan di lokasi menunjukkan para peserta yang sebagian besar mengenakan busana muslim dan sarung mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian. Suasana ini mencerminkan harmoni antara nilai religiusitas yang kuat dengan identitas kebangsaan yang kokoh.
“Ramadan adalah momentum untuk memperkuat persaudaraan dan meningkatkan kepedulian sosial. Jika nilai agama dan kebangsaan berjalan seiring, maka masyarakat akan semakin solid dalam menjaga persatuan,” tambahnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Gus Ali berharap masyarakat Kota Batu semakin memahami sekaligus mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan bermasyarakat.
Acara yang dimulai sejak pagi hari tersebut ditutup dengan sesi dialog interaktif antara peserta dan narasumber. Para peserta memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan pandangan serta pertanyaan terkait tantangan kebangsaan di era modern. Kegiatan kemudian diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat.
Melalui kegiatan yang bernuansa Ramadan produktif ini, diharapkan semangat kebangsaan terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan kemajuan bangsa Indonesia. (*)












