Malang | Koranbangsa.com — Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang secara resmi menyerahkan 21 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) kepada Pemerintah Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, dalam sebuah prosesi serah terima yang berlangsung di Balai Desa Kidal, Senin (20/7/2026) pukul 14.00 WIB. Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal.
Acara serah terima dihadiri oleh dosen pembimbing lapangan, perangkat desa, serta seluruh mahasiswa KKN-T UNIRA yang akan melaksanakan program pengabdian selama masa penugasan di Desa Kidal. Kegiatan ini tidak hanya bersifat administratif sebagai proses penerimaan mahasiswa oleh pemerintah desa, tetapi juga menjadi forum strategis untuk membangun komunikasi awal, koordinasi, dan kerja sama yang konstruktif antara civitas akademika dengan masyarakat desa.
Dalam perspektif pengembangan masyarakat, KKN merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan akademik yang diperoleh di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata yang dihadapi masyarakat, sehingga tercipta proses pembelajaran yang aplikatif sekaligus memberikan dampak positif bagi pembangunan desa.
Prosesi inti acara ditandai dengan penyerahan simbolis mahasiswa KKN-T oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Nurul Lail Rosyidatul Muammaroh, M.Psi., Psikolog, kepada Kepala Desa Kidal. Penyerahan tersebut menjadi momentum resmi dimulainya pelaksanaan program pengabdian mahasiswa di desa yang dikenal memiliki potensi wisata alam, religi, dan budaya yang cukup besar.
Dalam sambutannya, Nurul Lail Rosyidatul Muammaroh menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat diterima dengan baik oleh masyarakat serta mampu memberikan kontribusi nyata selama menjalankan program KKN.
“Kami serahkan 21 orang anak didik kami, mahasiswa kami, kepada panjenengan, Bapak Kepala Desa. Bismillahirrahmanirrahim, semoga berkenan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran mahasiswa KKN-T di Desa Kidal merupakan bagian dari upaya kampus dalam mendorong pengembangan potensi desa melalui pendekatan kolaboratif antara dunia akademik dan masyarakat. Menurutnya, program KKN tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga wadah untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Pelaksanaan KKN-T UNIRA di Desa Kidal dirancang untuk mendukung pengembangan destinasi wisata berbasis alam, religi, dan budaya yang menjadi salah satu kekuatan utama desa tersebut. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu membantu mengidentifikasi berbagai potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Kidal menyambut positif kehadiran mahasiswa KKN-T dan menyampaikan apresiasi kepada pihak UNIRA yang telah memilih Desa Kidal sebagai lokasi pengabdian. Ia berharap keberadaan mahasiswa dapat memberikan energi baru dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat promosi potensi desa.
Dalam arahannya, Kepala Desa Kidal menekankan pentingnya menjaga etika dan membangun hubungan sosial yang baik dengan masyarakat selama masa pengabdian.
“Jaga etika yang baik karena kalian membawa nama UNIRA. Berikan senyum kepada masyarakat agar tidak terkesan sombong, dan usahakan mengikuti jamaah di musala yang berada di belakang posko,” pesannya kepada mahasiswa.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan program KKN tidak hanya ditentukan oleh kualitas program kerja yang dijalankan, tetapi juga oleh kemampuan mahasiswa dalam beradaptasi, berkomunikasi, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial masyarakat desa.
Kegiatan serah terima yang diselenggarakan oleh Tim KKN Kelompok 6 UNIRA tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme. Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari pihak kampus dan pemerintah desa, dilanjutkan dengan prosesi penyerahan mahasiswa, diskusi singkat mengenai pelaksanaan program kerja, kemudian ditutup dengan doa bersama serta sesi foto bersama.
Antusiasme mahasiswa terlihat sejak awal kegiatan. Mereka mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh semangat sebagai bentuk kesiapan menjalankan tugas pengabdian di tengah masyarakat. Sambutan hangat dari pemerintah desa dan perangkat desa turut menciptakan suasana yang kondusif bagi terbangunnya kemitraan yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat.
Secara akademik, kegiatan serah terima ini memiliki makna penting sebagai fondasi awal pelaksanaan program KKN-T. Melalui proses tersebut, terjalin koordinasi yang baik antara perguruan tinggi dan pemerintah desa sehingga program-program yang akan dijalankan dapat diselaraskan dengan kebutuhan serta prioritas pembangunan desa.
Dengan dimulainya KKN-T UNIRA di Desa Kidal, diharapkan berbagai program yang dirancang mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan potensi wisata, pemberdayaan sumber daya lokal, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa yang berkelanjutan.












