Menolak Menjadi Penonton, BEM UNIRA dan Arah Baru Kabupaten Malang

Abdul Azis (Presiden Mahasiswa UNIRA Kepanjen Malang
Abdul Azis (Presiden Mahasiswa UNIRA Kepanjen Malang

Opini | Koranbangsa.com — ​Narasi tentang “Malang Makmur” sudah terlalu sering berdengung di telinga kita. Sebagai jargon politik, ia terdengar manis dan menjanjikan. Namun, bagi kami mahasiswa yang setiap hari bernapas di Kepanjen jantung ibu kota kabupaten ini jargon itu terasa berjarak, bahkan asing, dari realitas yang dihadapi rakyat sehari-hari.

​Kabupaten Malang punya wilayah yang luar biasa luas, itu fakta. Punya potensi wisata dari gunung sampai segara, itu juga fakta. Tapi pertanyaannya, apakah kemegahan geografis itu berbanding lurus dengan kesejahteraan manusianya? Atau jangan-jangan, kita sedang dibuai oleh angka-angka statistik di atas kertas sementara kondisi di lapangan justru membusuk?

​Posisi UNIRA di Kepanjen bukan sekadar menara gading tempat mahasiswa menghafal teori. Kami adalah “parlemen jalanan” yang melihat langsung bagaimana kebijakan pemerintah daerah seringkali gagap menjawab keresahan warga. Kritik kami sederhana pembangunan fisik itu penting, tapi membangun manusia jauh lebih mendesak. Aspal bisa digelar dalam seminggu, gedung bisa tegak dalam sebulan, tapi mentalitas dan kesejahteraan pemuda tidak bisa dibangun instan dengan proyek “kejar tayang”.

​Mari bicara jujur soal pemuda. Istilah “Bonus Demografi” sering diobral para politisi saat musim kampanye. Pemuda dipuji, dirangkul, diajak swafoto. Tapi begitu kursi kekuasaan didapat, pemuda kembali ditinggalkan. Angka pengangguran masih menghantui desa-desa kita. Akses permodalan dan ruang kreativitas minim. Akhirnya, pemuda desa terpaksa urbanisasi atau menjadi buruh kasar di tanahnya sendiri.

​Pemerintah Kabupaten Malang seolah lupa, bahwa investasi terbesar daerah ini bukan pada pariwisata, melainkan pada otak dan otot pemudanya. Kami di BEM Unira menolak jika pemuda hanya dijadikan komoditas politik lima tahunan diambil suaranya, lalu dilupakan nasibnya.

​Belum lagi soal ketimpangan. Ada jurang yang menganga antara pusat pemerintahan di Kepanjen dengan saudara-saudara kita di wilayah pelosok Malang Selatan atau Timur. Akses pendidikan dan kesehatan yang timpang adalah bukti bahwa keadilan sosial masih menjadi barang mewah. Kampus-kampus lokal seperti Unira seharusnya tidak didiamkan. Kami punya riset, kami punya kajian. Pemerintah daerah jangan alergi kritik dan merasa paling tahu. Pelibatan akademisi dan mahasiswa harus berbasis substansi kebijakan, bukan sekadar seremonial tanda tangan MoU yang ujung-ujungnya hanya jadi arsip berdebu.

​Tulisan ini adalah sinyal peringatan. Kami tidak sedang memusuhi pemerintah, tapi kami menolak diam melihat kebijakan yang tidak berpihak. Nilai Khaira Ummah yang kami yakini mengajarkan untuk berani berkata benar di hadapan penguasa.

​Kepada para pemangku kebijakan di Peringgitan maupun di Gedung Dewan Jangan paksa kami turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar hanya untuk memastikan aspirasi rakyat didengar. Buka mata, buka telinga. Kabupaten Malang butuh percepatan dan keberanian, bukan sekadar pencitraan dan lip service belaka.
​Kami akan terus mengawasi, mencatat, dan menagih janji. (*)

Oleh: Abdul Aziz
Penulis adalah Presiden Mahasiswa Universitas Islam Raden Rahmat Malang dan Aktif sebagai Pengurus Cabang PMII Kabupaten Malang

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam