Ketika Administrasi Kampus Merampas Hak Mahasiswa

OPINI | KORANBANGSA.COM — Kampus sering kali digadang-gadang sebagai rumah intelektual, tempat melahirkan generasi penerus bangsa. Tetapi, apa artinya semua itu jika administrasi kampus sendiri justru menjadi penghalang mahasiswa untuk melangkah? Kasus di Universitas Islam Raden Rahmat Malang adalah bukti nyata betapa kelalaian birokrasi kampus bisa merampas hak mahasiswa.

Seorang alumni yang sudah menuntaskan studinya lima tahun lalu kini harus gigit jari. Bukan karena ia malas mengurus masa depannya, tetapi karena datanya tidak terbaca di PDDIKTI. Padahal, PDDIKTI adalah syarat mutlak untuk mendaftar Pendidikan Profesi Guru (PPG). Ironisnya, ketika ia mencoba mencari solusi melalui kampus, yang didapat justru bukan bantuan, melainkan diam seribu bahasa. Respon nihil dari birokrasi kampus membuat mahasiswa tersebut kehilangan haknya untuk mendaftar PPG. Kesempatan itu tidak akan datang lagi tahun depan, karena regulasi pemerintah menyatakan pendaftaran PPG hanya bisa ditarik langsung dari kampus.

Inilah wajah nyata kelalaian kampus: abai, lamban, dan tidak peduli. Pertanyaannya, siapa yang paling dirugikan? Tentu mahasiswa. Mereka yang berjuang keras menempuh pendidikan bertahun-tahun, membayar biaya kuliah yang tidak sedikit, justru terjebak dalam jerat birokrasi yang seharusnya melindungi mereka. Kampus yang mestinya menjadi pelindung mahasiswa malah berubah menjadi tembok penghalang.

Kasus ini bukan hanya soal satu orang mahasiswa. Ini adalah alarm keras bagi seluruh mahasiswa, alumni, bahkan masyarakat. Jika satu orang bisa dirugikan dengan cara seperti ini, maka bukan tidak mungkin kasus serupa terjadi pada banyak mahasiswa lainnya. Ketika kampus tidak becus mengurus administrasi, maka yang dikorbankan adalah masa depan generasi muda.

Kita, sebagai mahasiswa, tidak boleh diam. Pendidikan bukan hanya tentang kelas, skripsi, atau toga saat wisuda. Pendidikan juga tentang menjamin hak-hak mahasiswa setelah lulus. Administrasi yang bobrok adalah bentuk pengkhianatan terhadap cita-cita pendidikan itu sendiri.

Kementerian Pendidikan juga tidak bisa lepas tangan. Mereka tidak boleh sekadar melempar regulasi tanpa memastikan kampus benar-benar menjalankannya. Kalau tidak ada evaluasi, maka birokrasi kampus akan terus seenaknya. Pada akhirnya, mahasiswa yang jadi korban, sementara kampus tetap aman dengan segala privilese kelembagaannya.

Kasus di Unira Malang ini harus menjadi bahan perlawanan moral kita semua. Kita menolak kampus yang abai, kita menolak birokrasi yang lamban, dan kita menolak hak mahasiswa dirampas atas nama kelalaian. Pendidikan adalah hak, bukan barang dagangan. Administrasi yang rapi adalah kewajiban kampus, bukan pilihan.

Jangan biarkan kelalaian kampus mengubur masa depan mahasiswa. Karena ketika satu hak mahasiswa dirampas, sejatinya itu adalah pengkhianatan terhadap cita-cita pendidikan bangsa.

Oleh:
RIZAL, S.E
Penulis adalah Alumni UNIRA Kepanjen Malang

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam