BATU, KORANBANGSA.com – Wali Kota Batu, Nurochman nyatakan komitmennya untuk selalu menjaga hubungan baik dengan NU. Pernyataan ini beliau sampaikan saat menghadiri kegiatan Turun ke Bawah (TURBA) yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Batu di Masjid Darus Salam, Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Sabtu (22/3/2025).
“Memimpin tidaklah mudah, tetapi dengan optimisme dan totalitas pengabdian, karya-karya terbaik untuk masyarakat dapat diwujudkan. Saya sebagai Wali Kota berkomitmen untuk membangun hubungan simbiosis mutualisme dengan NU. Rekomendasi dan fatwa NU bisa menjadi rujukan kebijakan pemerintah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nurochman yang juga Ketua DPC PKB Kota Batu ini juga mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada masyarakat Kota Batu, khususnya keluarga besar NU, PCNU, beserta seluruh struktur hingga ranting, serta badan otonomnya, atas doa, restu, dan dukungannya. Pasalnya Nurochman adalah Wali Kota Batu yang terpilih pada pemilu 2024 ini adalah kader yang dilahirkan dari keluarga besar Nahdlatul Ulama.
“Pada tahun 2024 lalu, kader NU diberikan amanah oleh mayoritas masyarakat Kota Batu untuk memimpin kota ini. Ini merupakan anugerah yang luar biasa, khususnya bagi NU, karena salah satu anggotanya diberikan kesempatan oleh masyarakat untuk memimpin Kota Batu,” ujar Nurochman.
Ia juga menekankan bahwa ini adalah prestasi dan sejarah bersama. “Berpuluh-puluh tahun Kota Batu belum sempat dipimpin oleh putra daerah. Dan putra daerah pertama yang memimpin Kota Batu,” tambahnya.
Wali Kota Nurochman juga meminta doa dan dukungan dari masyarakat untuk dirinya dan Wakil Wali Kota dalam memimpin Kota Batu. “Seorang pemimpin yang mendapatkan hidayah dari Allah dan mempunyai niat serta optimisme, insyaallah kebijakan-kebijakannya akan bersentuhan langsung dengan masyarakat dan tujuannya adalah kemaslahatan,” katanya.
Nurochman juga menyampaikan pesan kepada seluruh kepala dinas untuk bersatu dan mengabdi kepada rakyat. “Wes wayae guyub rukun, bersatu, ngabdi o nang rakyatmu. Ini bukan sekadar manifestasi, tetapi pikiran yang perlahan akan masuk dalam relung hati para pejabat,” pungkasnya. (arif)












