Pontianak | Koranbangsa.com — Mahasiswa KKN-T 12 Kalimantan Barat Universitas Al-Qolam Malang menggelar pelatihan tajhizul mayit di kediaman Kepala Desa Jawa Tengah yang juga menjabat sebagai Ketua PKK Desa Jawa Tengah pada Minggu, 31 Mei 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk implementasi program kerja mahasiswa dalam membantu masyarakat menghadapi permasalahan minimnya regenerasi kader yang memiliki kemampuan dalam penyelenggaraan jenazah.
Pelatihan tersebut menghadirkan tokoh agama sekaligus anggota Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kabupaten Kubu Raya, yaitu Ibu Solihatin, S.Pd.I., sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan momentum penting bagi masyarakat karena penyelenggaraan jenazah merupakan kewajiban fardu kifayah bagi umat Islam. Menurut pandangan ulama Nahdlatul Ulama (NU), apabila sebagian umat Islam telah melaksanakannya, maka gugurlah kewajiban bagi yang lainnya. Namun, apabila tidak ada seorang pun yang melaksanakannya, seluruh umat Islam di wilayah tersebut akan menanggung dosa.
Pada sesi pertama, pemateri menjelaskan berbagai sunah yang dianjurkan ketika seseorang berada dalam keadaan sakaratul maut, seperti menghadapkan orang yang sedang sakaratul maut ke arah kiblat, melakukan talqin, membacakan Surah Yasin, menggunakan siwak, serta membacakan Surah Ar-Ra’d dan Surah Al-‘Ankabut.
Selanjutnya, pada sesi kedua, beliau menjelaskan empat kewajiban umat Islam terhadap jenazah, yaitu memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan jenazah.
Pada sesi ketiga, pemateri memaparkan berbagai tindakan yang dianjurkan ketika seseorang baru saja meninggal dunia, antara lain memejamkan kedua matanya, mengikat kedua ibu jari kaki, menutupi tubuhnya dengan kain, meletakkan benda yang cukup berat di atas perut, menghadapkan jenazah ke arah kiblat, membacakan doa, segera menyelesaikan tanggungan atau utang jenazah, memenuhi wasiatnya, serta melemaskan persendian tubuh jenazah.
Selanjutnya, pada sesi keempat, beliau menjelaskan syarat-syarat bagi orang yang memandikan jenazah, yakni memiliki keberanian, mampu menahan bau dan rasa jijik, menjaga lisan agar tidak mengungkapkan aib jenazah, memahami rukun memandikan jenazah berupa niat dan meratakan air ke seluruh tubuh, serta mengetahui syarat-syarat sah mandi, yaitu suci dari najis. Selain itu, beliau juga menjelaskan tata cara memandikan dan mengafani jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Setelah pemaparan materi selesai, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pengetahuan mengenai penyelenggaraan jenazah.
Menjelang penutupan acara, mahasiswa KKN-T 12 Universitas Al-Qolam Malang mengambil alih jalannya kegiatan untuk membentuk komunitas fardu kifayah di setiap dusun. Selain itu, mahasiswa bersama masyarakat juga menyusun rencana tindak lanjut (RTL) berupa jadwal pelaksanaan praktik dan pendampingan lanjutan hasil pelatihan tajhizul mayit.
Pada penghujung acara, kegiatan ditutup dengan doa bersama. Sebelum doa dibacakan, Andri Saputra selaku ketua pelaksana acara dan merupakan mahasiswa KKN-T menyampaikan harapannya agar pelatihan tersebut dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Jawa Tengah. Ia juga mengutip pesan dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim bahwa suatu majelis akan menjadi berkah apabila mampu menambah kebaikan, ilmu pengetahuan, dan kemanfaatan bagi sesama.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN-T 12 Universitas Al-Qolam Malang berharap masyarakat Desa Jawa Tengah memiliki sumber daya manusia yang siap melaksanakan fardu kifayah, sehingga tradisi keagamaan dan nilai-nilai sosial kemasyarakatan dapat terus terjaga dari generasi ke generasi.
Penulis: Andri saputra( mahasiswa universitas al-qolam Malang.)
Editor: Muklis Mdr












