Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabupaten Malang menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Musykerda) dengan mengusung tema “Rekonstruksi Gagasan dan Gerakan” pada Sabtu, 6 Juni 2026, di Universitas Islam Raden Rahmat Malang. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi mahasiswa untuk menyusun arah gerakan organisasi sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Malang.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah presiden mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Kabupaten Malang. Turut hadir pula unsur pemerintah daerah dan legislatif, di antaranya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Alayk Mubarak, perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Malang, serta sejumlah aparatur sipil yang memberikan dukungan terhadap terselenggaranya forum tersebut.
Mengangkat tema “Rekonstruksi Gagasan dan Gerakan”, Mukerda Aliansi BEM Kabupaten Malang diarahkan untuk merumuskan program kerja organisasi selama satu periode ke depan. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang konsolidasi bagi mahasiswa dalam memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan, kontrol sosial, dan mitra kritis pemerintah.
Koordinator Aliansi BEM Kabupaten Malang, Alfarizi, menyampaikan bahwa gerakan mahasiswa perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas perjuangannya.
“Rekonstruksi gagasan dan gerakan bukan sekadar menyusun program kerja organisasi. Ini adalah upaya membangun kembali kesadaran kolektif mahasiswa agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat, mengedepankan kajian yang ilmiah, dan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan daerah,” ujar Alfarizi dalam pemaparannya.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa harus mampu menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dan para pengambil kebijakan. Menurutnya, gerakan mahasiswa yang kuat harus dibangun di atas fondasi intelektual yang kokoh, kolaborasi lintas kampus, serta keberanian dalam menyuarakan kepentingan publik.
Sementara itu, kehadiran unsur pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Malang dalam kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari peserta. Dialog yang terbangun selama forum berlangsung dinilai menjadi langkah positif dalam mempererat komunikasi antara mahasiswa dan pemangku kebijakan.
Para presiden mahasiswa yang hadir juga memanfaatkan forum Mukerda untuk menyampaikan berbagai gagasan terkait pendidikan, pemberdayaan pemuda, transparansi kebijakan publik, hingga isu kesejahteraan masyarakat. Berbagai masukan tersebut kemudian dirumuskan menjadi agenda strategis yang akan menjadi fokus gerakan Aliansi BEM Kabupaten Malang ke depan.
Melalui Musyawarah Kerja Daerah ini, Aliansi BEM Kabupaten Malang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan gerakan mahasiswa yang progresif, berbasis kajian, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Tema “Rekonstruksi Gagasan dan Gerakan” diharapkan menjadi semangat baru dalam membangun konsolidasi mahasiswa yang lebih kuat, kritis, dan solutif dalam mengawal pembangunan Kabupaten Malang.












