Malang | Koranbangsa.com — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malang sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) tahun 2026 di Hotel Grand Miami, Minggu (29/3/2026) malam. Selain memperkuat konsolidasi organisasi menyongsong Pemilu 2029, forum tertinggi tingkat cabang ini secara resmi menghasilkan tujuh nama calon ketua yang akan diajukan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan ini dihadiri oleh jajaran petinggi partai, termasuk perwakilan DPP dan DPW PKB Jawa Timur. Tampak hadir pula Bupati Malang H. Sanusi dan Wakil Bupati Malang Hj. Lathifah Shohib yang turut menyaksikan pembukaan agenda strategis tersebut.
Ketua Sidang Muscab, Daniel Johan, menegaskan bahwa seluruh proses penjaringan berlangsung sesuai mekanisme partai dan mencerminkan dinamika demokrasi internal yang sehat. Dari tujuh nama yang muncul, enam di antaranya merupakan hasil pemetaan DPP, sementara satu nama merupakan usulan tambahan dari peserta Muscab.
“Dari hasil Muscab hari ini, ada tujuh nama yang diusulkan sebagai calon Ketua DPC PKB Kabupaten Malang. Selanjutnya, keputusan final sepenuhnya menjadi kewenangan DPP dengan mempertimbangkan rekam jejak, kapasitas, serta kebutuhan organisasi ke depan,” ujar Daniel Johan.
Berikut daftar tujuh kandidat yang diusulkan:
1. Khofidah
2. H. Kholiq (Petahana)
3. H. Ali Murtadlo
4. Muslimin
5. Abdulloh Satar
6. Nur Mutiah Faridah
7. Hiqmah Bafaqih (Usulan peserta Muscab)
Momentum Penguatan Ideologi dan Etika Politik
Ketua DPC PKB Kabupaten Malang petahana, Abah Kholiq, dalam sambutannya menekankan bahwa soliditas partai merupakan modal utama menghadapi tantangan politik masa depan. “Soliditas partai dan organisasi adalah kunci utama. Ketika kita bersatu, maka seluruh tantangan dapat kita hadapi bersama,” tegasnya.
Senada dengan itu, perwakilan DPW PKB Jawa Timur mengingatkan agar Muscab tidak sekadar menjadi ajang pergantian kepengurusan, melainkan ruang evaluasi arah perjuangan. Ia menekankan bahwa PKB harus tetap memegang teguh prinsip bahwa kekuasaan hanyalah sarana untuk menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.
“Ingatlah, tidak ada kemenangan yang datang dari langit tanpa cucuran keringat. PKB tidak membangun kerumunan massa, tetapi membangun kader yang memiliki loyalitas,” pesannya di hadapan para kader.
Sementara itu, perwakilan DPP PKB memberikan penekanan khusus pada aspek integritas. Seluruh kader diminta untuk mengedepankan politik keteladanan dan tidak menyalahgunakan jabatan. Menurutnya, politik PKB harus hadir secara nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar wacana.
“Politik harus nyata, politik adalah keteladanan, dan politik adalah kepemimpinan yang memberi arah,” tegas perwakilan DPP tersebut.
Dengan berakhirnya Muscab 2026 ini, PKB Kabupaten Malang kini menunggu keputusan resmi dari DPP terkait nakhoda baru yang akan memimpin partai. Optimisme tinggi terpancar dari seluruh peserta yang berkomitmen untuk tetap solid, militan, dan siap mengabdi demi memenangkan agenda politik di tahun-tahun mendatang.
Acara ditutup dengan doa bersama sebagai simbol komitmen kolektif kader PKB di Kabupaten Malang untuk terus menjaga persatuan dan dedikasi kepada masyarakat luas. (*)












