Malang, 6 Februari 2026 – Dalam upaya membangun desa melalui pendidikan dan inovasi, Kelompok 8 Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang meluncurkan program penyebaran voucher gratis wisata nanas. Kegiatan ini, yang dilakukan melalui kolaborasi erat dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan pengelola wisata setempat, bertujuan mempromosikan potensi wisata nanas sebagai atraksi unik di Malang, sekaligus mendiversifikasi ekonomi desa yang selama ini dominan bergantung pada sektor pertanian.
Dengan voucher gratis sebagai alat utama, inisiatif ini telah menarik perhatian sebagai model kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat lokal untuk mendorong pariwisata berkelanjutan.
Wisata nanas, yang terletak di salah satu desa di sekitar Malang, menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung, mulai dari melihat proses budidaya nanas organik hingga mencicipi olahan
produk seperti jus, keripik, atau bahkan tur edukasi tentang ekowisata. Namun, potensi ini belum sepenuhnya dimaksimalkan akibat keterbatasan promosi dan aksesibilitas. Program KKN-T, yang merupakan bagian dari kurikulum universitas untuk memberikan pengalaman lapangan
kepada mahasiswa, menjadi wadah ideal untuk mengatasi tantangan tersebut. “Kami melihat wisata nanas sebagai peluang besar untuk membangkitkan ekonomi desa. Melalui voucher gratis,
kami ingin membuat wisata ini lebih mudah diakses oleh masyarakat luas,” ujar Bisri Mustofa Ketua Kelompok 8 KKN-T Unira Malang.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk mengembangkan pariwisata lokal
di tengah persaingan destinasi wisata di Jawa Timur. Data dari Bumdes setempat menunjukkan bahwa pendapatan desa dari sektor wisata masih rendah, dengan kunjungan wisatawan rata-rata
hanya 50 orang per bulan sebelum program ini. Kolaborasi dengan mahasiswa KKN-T
diharapkan dapat meningkatkan angka tersebut melalui strategi
promosi yang kreatif dan terjangkau. Selain itu, kegiatan ini sejalan
dengan tujuan pendidikan mahasiswa untuk belajar manajemen proyek, komunikasi stakeholder, dan analisis dampak sosial, sambil mempromosikan kesadaran lingkungan melalui konsep ekowisata nanas.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam empat tahapan utama yang
dirancang secara sistematis untuk memastikan keberhasilan. Tahap
pertama, persiapan dan kolaborasi, dimulai dengan pertemuan
intensif antara mahasiswa, Bumdes, dan pengelola wisata. Dalam tahap ini, tim mengidentifikasi potensi wisata nanas melalui survei lapangan, termasuk pemetaan lokasi, inventarisasi produk olahan nanas, dan analisis target audiens. Voucher gratis dirancang dengan desain menarik, untuk mendapatkan tiket masuk wisata, serta kupon fisik untuk distribusi offline.
Target distribusi ditetapkan mencapai 100 voucher, dengan fokus pada kelompok sasaran seperti
keluarga lokal, pelajar, dan wisatawan dari Malang Raya.
Tahap kedua, perencanaan strategi, melibatkan pengembangan kampanye promosi hybrid yang menggabungkan metode tradisional dan digital. Untuk distribusi offline, voucher disebarkan di
lokasi strategis seperti sekolah dasar, masyarakat sekitar, dan kerjasama dengan umkm setempat. Sementara itu, kanal digital dimanfaatkan melalui postingan di akun Instagram dan Facebook Bumdes, grup WhatsApp komunitas desa, serta website wisata nanas yang baru dibuat. Strategi
ini dirancang untuk menjangkau audiens lebih luas. Tim juga menyusun materi edukasi tentang manfaat wisata nanas, seperti kontribusinya terhadap kesehatan dan ekonomi lokal, untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat.
Eksekusi penyebaran, sebagai tahap ketiga, menjadi inti kegiatan yang berlangsung selama dua hari penyebaran. Mahasiswa KKN-T terlibat aktif dalam pendistribusian voucher, baik secara langsung di lapangan maupun melalui koordinasi dengan relawan desa. Selain itu, mereka melakukan edukasi kepada penerima voucher tentang cara penggunaan voucher dan manfaat mengunjungi wisata nanas, seperti belajar tentang budidaya organik yang ramah lingkungan. Pengawasan ketat dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan voucher, dengan sistem pelaporan
bukti follow akun wisata nanas. Hasil awal menunjukkan antusiasme tinggi, dengan seratus voucher telah tersebar.
Tahap terakhir, monitoring dan evaluasi, dilakukan secara berkala untuk mengukur dampak kegiatan. Evaluasi ini tidak hanya mengukur keberhasilan jangka pendek tetapi juga memberikan
data untuk perbaikan program KKN-T di masa depan. Tantangan seperti cuaca buruk atau keterbatasan jaringan internet di desa diatasi dengan solusi alternatif, seperti distribusi manual
tambahan.
Dampak kegiatan ini sudah terasa positif di berbagai aspek. Secara ekonomi, Bumdes
melaporkan peningkatan pendapatan dari ramai nya kunjungan wisata, yang membantu mendiversifikasi sumber penghasilan desa. Sosialnya, kolaborasi ini memperkuat jejaring antara
mahasiswa dan masyarakat, serta meningkatkan kesadaran tentang wisata berkelanjutan. Pendidikannya, mahasiswa mendapatkan keterampilan praktis yang tak ternilai, seperti
manajemen proyek dan komunikasi lintas sektor.
Secara jangka panjang, kegiatan ini berpotensi menjadikan wisata nanas sebagai destinasi unggulan di Malang, menarik investor dan wisatawan dari luar daerah, serta berkontribusi pada
pertumbuhan ekonomi regional.
(Sumber: Dokumentasi KKN-T Unira Malang dan Wawancara
dengan Peserta)












