Lumajang | Koranbangsa.com — Kepedulian terhadap sesama menjadi nyata ketika PMII Komisariat Al-Qolam Malang terjun langsung menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak erupsi Gunung Semeru di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Selasa malam (25/11/2025).
Bantuan ini merupakan hasil penggalangan donasi yang dilakukan dalam waktu singkat di tiga titik berbeda pada Minggu (23/11/2025). Sekitar 30 kader dan anggota PMII ikut dalam rombongan kemanusiaan tersebut, dipimpin langsung oleh Ketua PMII Komisariat Al-Qolam Malang, Sahabat Muhammad Roby.
Setibanya di lokasi bencana, rombongan PMII disambut hangat oleh warga serta para relawan lokal yang sudah berjibaku membantu sejak awal erupsi. Salah satu relawan, Malik, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dan perhatian mahasiswa.
“Kami sangat berterima kasih sebesar-besarnya kepada kalian semua karena sudah peduli dan membantu menyalurkan bantuan untuk warga terdampak. Bantuan ini akan kami salurkan secara tepat sasaran,” ujar Malik.
Bukan hanya memberikan bantuan , namun juga dalam kesempatan itu, Ketua PMII Al-Qolam, Muhammad Roby, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penyerahan bantuan logistik, tetapi juga wujud solidaritas kemanusiaan.
“Apa yang terjadi pada masyarakat di sini sudah menjadi kewajiban kami untuk membantu, karena luka masyarakat juga luka kami. Kami datang malam hari ini untuk memberikan semangat dan harapan bahwa situasi ini pasti akan berakhir,” ungkap Roby.
Ia menambahkan bahwa PMII memiliki cita-cita besar tentang kemanusiaan dan kebersamaan “Kami hadir bukan hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga dukungan moral. Kami ke sini sebagai sesama manusia yang peduli, karena kita semuanya sama,” tegasnya.
Usai pertemuan, Malik kemudian mendampingi rombongan PMII untuk mengantar bantuan door to door agar distribusi benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh warga yang membutuhkan.
Kegiatan kemanusiaan ini menjadi penegasan bahwa PMII Komisariat Al-Qolam Malang tidak hanya hadir dalam ruang akademik dan kaderisasi kampus, tetapi juga mengambil peran nyata di tengah masyarakat, terutama saat situasi darurat seperti erupsi Gunung Semeru.
Aksi solidaritas tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa mahasiswa tidak boleh diam ketika masyarakat menghadapi kesulitan. (*)












