Malang | koranbangsa.com – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia tidak sekadar dimaknai sebagai seremoni historis, melainkan dijadikan momentum praksis untuk menguatkan kohesi sosial di kalangan pemuda. Hal ini tercermin dalam gelaran Turnamen Futsal Antar Organisasi Mahasiswa dan Kepemudaan se-Kabupaten Malang yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang (PC) PMII Kabupaten Malang di GOR Stadion Kanjuruhan, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (13–14 Mei 2026) ini diikuti oleh beragam elemen organisasi mahasiswa dan kepemudaan lintas ideologis. Dengan menggunakan sistem grup yang terbagi ke dalam empat klaster, turnamen ini tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang egaliter di antara aktor-aktor gerakan pemuda.
Ketua PC PMII Kabupaten Malang, Syahrul Majid, menegaskan bahwa futsal dipilih sebagai medium alternatif untuk merawat dialektika gerakan dalam bentuk yang lebih cair dan inklusif.
“Turnamen ini adalah ekspresi syukur atas Harlah PMII ke-66, sekaligus sebagai instrumen silaturahmi lintas organisasi. Kami ingin membangun ruang temu yang tidak kaku, di mana kompetisi berjalan beriringan dengan nilai sportivitas dan solidaritas. Adu gengsi boleh, tetapi jangan sampai melahirkan fragmentasi,” ujarnya.
Dalam perspektif gerakan, kegiatan ini dapat dibaca sebagai upaya membangun social bonding antar organisasi pemuda yang selama ini kerap terjebak dalam sekat-sekat identitas. Melalui olahraga, PMII menghadirkan pendekatan kultural yang lebih adaptif dalam merawat persatuan sekaligus memperkuat jejaring kolektif.
Antusiasme peserta dan suporter menjadi indikator kuat bahwa ruang-ruang konsolidasi semacam ini masih sangat dibutuhkan. Ratusan suporter yang memadati arena pertandingan menunjukkan bahwa energi kolektif pemuda tidak pernah surut, melainkan hanya membutuhkan kanal yang tepat untuk diekspresikan.
Ketua pelaksana kegiatan, Mustofa, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif seluruh organisasi yang berpartisipasi. Ia menekankan bahwa keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kerja kolektif yang mencerminkan semangat gotong royong khas gerakan mahasiswa.
“Partisipasi luar biasa dari berbagai organisasi menjadi bukti bahwa semangat kolaborasi masih hidup di kalangan pemuda Kabupaten Malang. Kami mengapresiasi seluruh panitia dan peserta yang telah berkontribusi menyukseskan agenda ini sebagai penutup rangkaian harlah,” tuturnya.
Adapun tim yang berpartisipasi dalam PMII Futsal Cup antara lain KRAMAT FC (PMII UNIRA), KOMAL FC (PMII Al-Qolam), Rayon Papeda (PMII Ulil Albab), Avicena FC (PMII Ibnu Sina), DPC GMNI Kabupaten Malang, Universitas Kepanjen 1 dan 2, UKM Futsal UNIRA, UKM Futsal Al-Qolam, SJM All Star (PC IPNU Kabupaten Malang), serta Yakusa 1947 (HMI UNIRA).
Lebih dari sekadar kompetisi, turnamen ini menegaskan bahwa organisasi mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen integrasi sosial. Dalam konteks Harlah ke-66, PMII Kabupaten Malang menunjukkan bahwa praksis gerakan tidak harus selalu hadir dalam forum formal-intelektual, melainkan juga dapat diwujudkan melalui ruang-ruang kultural yang membangun solidaritas, memperkuat jejaring, dan merawat keberlanjutan gerakan pemuda secara kolektif.












