Malang | Koranbangsa.com — Momentum Ramadhan dimanfaatkan sebagai ruang memperkuat nilai kebangsaan dan mempererat silaturahmi masyarakat. Anggota MPR RI Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan Jawa Timur V Malang Raya, H. Ali Ahmad, S.H. yang akrab disapa Gus Ali, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama tokoh pemuda dan masyarakat Kota Malang.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu pagi (11/3/2026) di Aula Pondok Pesantren Nurul Ulum Kacuk, Kecamatan Sukun, Kota Malang, dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, aktivis sosial, hingga warga sekitar pesantren.
Dalam suasana Ramadhan yang penuh khidmat, kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kebangsaan sekaligus memperkuat nilai-nilai persatuan di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Gus Ali menegaskan bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI sangat penting untuk menjaga keutuhan bangsa. Empat pilar tersebut meliputi Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan dalam keberagaman.
“Di bulan Ramadhan ini kita tidak hanya memperkuat ibadah spiritual, tetapi juga memperkuat komitmen kebangsaan. Empat Pilar ini adalah fondasi utama agar bangsa Indonesia tetap kokoh, rukun, dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujar Gus Ali di hadapan para peserta.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, tokoh pemuda dan masyarakat perlu terus dilibatkan dalam dialog kebangsaan agar semangat persatuan tetap terjaga.
“Anak-anak muda hari ini adalah pemimpin masa depan. Mereka harus memiliki wawasan kebangsaan yang kuat agar mampu menjaga Indonesia tetap utuh dan damai,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana dialogis. Para peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan, pertanyaan, dan aspirasi terkait berbagai isu kebangsaan yang berkembang di masyarakat.
Sejumlah tokoh pemuda yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka menilai forum sosialisasi seperti ini penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai kebangsaan sekaligus menjadi ruang diskusi yang produktif.
Selain menjadi agenda resmi MPR RI, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian aktivitas Ramadhan yang sarat dengan nilai edukasi dan kebangsaan. Dengan menghadirkan ruang dialog di lingkungan pesantren, diharapkan nilai keislaman dan nasionalisme dapat berjalan beriringan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan persatuan, kedamaian, serta kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Di bulan suci Ramadhan ini, Gus Ali berharap masyarakat tidak hanya memperbanyak ibadah, tetapi juga memperkuat komitmen untuk menjaga persatuan bangsa.
“Ramadhan adalah momentum memperbaiki diri sekaligus memperbaiki kehidupan sosial kita. Semangat kebersamaan, persaudaraan, dan cinta tanah air harus terus kita rawat,” pungkasnya.












