Berita  

Pasca Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU, PKB Kabupaten Malang Turunkan “Pasukan Semut” Bersihkan Stadion Gajayana

Malang | Koranbangsa.com– Usai pelaksanaan Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan 100 Tahun Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu Februari 2026 di Stadion Gajayana, Kota Malang, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malang menunjukkan komitmen khidmatnya dengan membentuk “Pasukan Semut” untuk membersihkan sisa-sisa sampah di area stadion dan sekitarnya.

Aksi bersih-bersih tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Sekretaris Jenderal DPP PKB, Dr. M. Hasanuddin Wahid, M.Hum, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial kader PKB dalam mendukung kelancaran serta keberkahan kegiatan keagamaan berskala besar, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan pasca acara.

“Pasukan Semut” melibatkan jajaran Pengurus DPC PKB Kabupaten Malang, Pengurus DPAC PKB se-Kabupaten Malang, serta unsur badan partai seperti Garda Bangsa dan Panji Bangsa. Dengan mengenakan kaos bertuliskan “Aku NU, Aku PKB”, para kader tampak gotong royong membersihkan area tribun, lapangan, hingga akses keluar-masuk Stadion Gajayana yang sebelumnya dipadati ribuan jamaah dari berbagai daerah.

Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, Ir. H. Kholiq, M.A.P, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata khidmat PKB kepada NU dan umat.

“Ini sudah menjadi kewajiban kami sebagai kader PKB untuk terus berkhidmat kepada Nahdlatul Ulama melalui aksi-aksi nyata. Tidak hanya hadir dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan setelah acara selesai,” ujar Kholiq.

Potret pasukan semut kader PKB Kabupaten Malang saat melaksanakan aksi nyata membersihkan stadion pasca acara Mujahadah Kubro 100 tahun NU

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa gerakan Pasukan Semut telah dilaporkan kepada Ketua PWNU Jawa Timur KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) serta Ketua PCNU Kabupaten Malang KH. Hamim Kholili, dan mendapat apresiasi positif.

“Alhamdulillah, gerakan ini diapresiasi oleh beliau berdua. Hal ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat khidmat kepada NU dan masyarakat melalui kerja-kerja sosial yang bermanfaat,” tambahnya.

Menurut Kholiq, semangat Pasukan Semut mencerminkan nilai gotong royong, keikhlasan, dan kepedulian sosial yang sejalan dengan prinsip perjuangan PKB sebagai partai yang lahir dari rahim NU.

Aksi bersih-bersih tersebut juga mendapat respons positif dari masyarakat dan panitia pelaksana, karena dinilai membantu mempercepat pemulihan kebersihan kawasan Stadion Gajayana pasca kegiatan besar yang dihadiri puluhan ribu jamaah. (*)