Berita  

Generasi Semeru Harus Bangkit: PMII Malang Dampingi Anak-Anak Lewat Program Trauma Healing

Lumajang | Koranbangsa.com — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Malang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap korban erupsi Gunung Semeru. Pada Selasa (2/11/2025), kader PMII diterjunkan langsung ke Desa Supiturang, Kabupaten Lumajang, untuk menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak yang terdampak bencana.

Kegiatan ini difokuskan pada pemulihan psikologis siswa sekolah yang mengalami tekanan mental pasca-erupsi. Melalui permainan edukatif, kegiatan interaktif, serta pendekatan emosional berbasis pendidikan, anak-anak diajak untuk kembali tersenyum dan membangkitkan motivasi belajar.

Wakil Ketua II PMII Kabupaten Malang, Luki Adi Firmansyah, menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak boleh hanya berorientasi pada bantuan fisik.

“PMII Kabupaten Malang tidak hanya fokus pada bantuan materiil, tetapi juga pada pemulihan psikologis korban. Trauma healing ini khususnya ditujukan bagi anak-anak agar mereka bisa kembali ceria dan menjalani pendidikan dengan lebih baik,” ujarnya.

Erupsi Gunung Semeru yang terjadi beberapa waktu lalu mengakibatkan kerusakan parah di Desa Supiturang. Rumah warga, akses jalan, hingga fasilitas pendidikan seperti SDN 02 Supiturang turut luluh lantak. Kondisi tersebut memberikan dampak emosional mendalam bagi anak-anak yang menjadi bagian paling rentan dari bencana.

Luki menegaskan bahwa PMII Kabupaten Malang akan terus memantau proses pemulihan di wilayah terdampak dan siap kembali hadir apabila dibutuhkan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat sedikit membantu serta memberikan manfaat nyata bagi warga, terutama anak-anak Desa Supiturang, agar bisa bangkit dari keterpurukan akibat bencana ini,” tegasnya.

Kegiatan trauma healing yang digelar PMII disambut hangat warga setempat. Bapak Hariyanto, salah satu warga, menyampaikan apresiasi atas kepedulian para mahasiswa.

“Anak-anak kami sangat terhibur dan terlihat lebih ceria setelah mengikuti kegiatan ini. Semoga teman-teman mahasiswa terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Selain menjalankan trauma healing, PMII Kabupaten Malang juga menyalurkan bantuan pendidikan berupa alat tulis lengkap, snack, susu, dan uang tunai sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak korban bencana.

Dengan langkah ini, PMII Kabupaten Malang menegaskan komitmennya sebagai organisasi mahasiswa yang tidak hanya bergerak pada isu akademik, tetapi juga kemanusiaan dan pendidikan — terutama ketika masyarakat membutuhkan kehadiran nyata. (*)