Berita  

HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional, Abah Satar Ajak Guru Jadi Teladan Pelestarian Lingkungan Lewat Gerakan Tanam Pohon

Malang | Koranbangsa.com — Peringatan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025 di Kabupaten Malang berlangsung penuh makna. Di halaman belakang Gedung PGRI Kabupaten Malang, Jl. Raya Karangpandan 21 Pakisaji, para pendidik menggelar Gerakan Tanam Pohon sebagai ikhtiar menjaga kelestarian lingkungan, Rabu (26/11/2025).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Malang, H. Abdulloh Satar, SE, MM., atau yang akrab disapa Abah Satar. Kehadirannya menjadi pusat perhatian, bukan hanya sebagai pejabat daerah, tetapi sebagai sosok yang selama ini dikenal konsisten mendorong gerakan peduli lingkungan dan pendidikan karakter.

Dalam sambutannya, Abah Satar menegaskan bahwa peran guru tidak hanya mencerdaskan bangsa, tetapi juga memberi teladan nyata dalam kehidupan sosial.

“Menanam pohon adalah investasi masa depan. Jika guru memberi contoh menjaga lingkungan, maka murid akan tumbuh dengan karakter cinta bumi. Guru bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi menunjukkan nilai,” tegasnya disambut tepuk tangan peserta.

Abah Satar juga mengapresiasi langkah PGRI Kabupaten Malang yang memilih gerakan tanam pohon sebagai bentuk perayaan. Menurutnya, kegiatan itu sejalan dengan gagasannya terkait pentingnya literasi lingkungan di sekolah-sekolah.

“Saya berharap gerakan ini tidak berhenti hari ini. Mari wujudkan kampus hijau, madrasah hijau, dan sekolah hijau di seluruh Kabupaten Malang,” tambahnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah tokoh daerah dan pendidikan, antara lain Tokoh Pendidikan Kabupaten Malang Prof. Dr. Sumadi, M.Pd.; Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Dr. Suwadji, S.IP., M.Si.; Ketua PGRI Kabupaten Malang Drs. Dwi Sucipto, S.H, M.Pd.; Perwakilan Kemenag Kabupaten Malang Shonhaji, S.Ag.; serta unsur Forkopimcam Pakisaji.

Ketua PGRI Kabupaten Malang, Drs. Dwi Sucipto, memberikan apresiasi khusus kepada Abah Satar atas dukungannya terhadap gerakan lingkungan dan dunia pendidikan. “Beliau selalu hadir dan mendorong program-program berkelanjutan untuk guru dan sekolah. Kami berterima kasih karena hari ini kehadiran Abah Satar semakin menguatkan semangat penghijauan,” ucapnya.

Penanaman bibit pohon produktif dan peneduh dilakukan secara serentak oleh para guru dan tamu kehormatan, dipimpin langsung oleh Abah Satar sebagai simbol komitmen bersama. Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta komitmen untuk menjadikan gerakan peduli lingkungan sebagai budaya di sekolah-sekolah.

Perayaan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun ini menjadi bukti bahwa dedikasi guru tidak hanya dalam ruang kelas, tetapi juga pada keberlanjutan hidup — dan Abah Satar berada di garis depan mendorong gerakan tersebut. (*)