Berita  

Ormas se-Kabupaten Malang Gelar Deklarasi Tolak Anarkisme Bersama TNI dan Legislator PKB

Malang | Koranbangsa.com — Puluhan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) se-Kabupaten Malang bersama Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Malang, H. Mahrus Ali, serta Kepala Staf Komando Distrik Militer (Kasdim) TNI, Bapak Supa’at, menggelar deklarasi menolak tindakan anarkis. Acara tersebut berlangsung khidmat di Hall Hotel Rayz Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (18/9/2025).

Deklarasi ini digelar sebagai bentuk keprihatinan sekaligus respon atas maraknya tindakan provokatif, intoleransi, dan potensi konflik horizontal yang kerap muncul di tengah masyarakat. Para tokoh menilai, anarkisme bukan hanya merugikan pihak tertentu, tetapi juga mengancam stabilitas keamanan dan ketertiban di Kabupaten Malang.

H. Mahrus Ali dalam sambutannya menegaskan bahwa aspirasi masyarakat harus disampaikan dengan cara-cara yang santun dan beradab. “Kebebasan berpendapat adalah hak setiap warga negara, tetapi bukan berarti bisa dilakukan dengan merusak, membakar, atau melukai. Hari ini kita sepakat, Kabupaten Malang harus menjadi contoh daerah yang kondusif, aman, dan damai,” tegasnya.

Sementara itu, Kasdim Supa’at menyampaikan pentingnya sinergi antara TNI, aparat kepolisian, pemerintah daerah, ormas, dan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan juga kewajiban bersama. “Anarkisme seringkali dimulai dari provokasi kecil. Jika dibiarkan, akan membesar dan sulit dikendalikan. Maka, deklarasi ini harus kita jadikan momentum memperkuat persatuan, bukan hanya seremoni,” ujar Supa’at.

Dalam kegiatan tersebut, para perwakilan ormas secara bergantian membacakan ikrar bersama yang berisi komitmen untuk:
1. Menolak segala bentuk kekerasan, intoleransi, dan anarkisme.
2. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah perbedaan.
3. Mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.
4. Bersinergi dengan pemerintah, TNI, dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Deklarasi ditutup dengan penandatanganan spanduk komitmen oleh seluruh peserta, dilanjutkan doa bersama demi terciptanya suasana aman dan damai di Kabupaten Malang.

Kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam acara ini mendapat apresiasi dari para tokoh. Sejumlah peserta mengaku lega karena ormas-ormas di Malang bisa bersatu dalam satu komitmen besar. “Ini langkah bagus, karena biasanya ormas hanya bergerak sendiri-sendiri. Hari ini kita buktikan bahwa perbedaan bisa dirajut untuk kepentingan yang lebih besar,” kata salah satu tokoh ormas peserta deklarasi.

Dengan adanya deklarasi ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Malang dapat lebih dewasa dalam menyikapi berbagai isu yang berkembang, terutama pasca pemilu 2024. Kondisi aman dan damai dinilai menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.