MALANG | KORANBANGSA.COM — Suasana Aula Utama Universitas Islam Raden Rahmat Malang pada Ahad, 13 Juli 2025, terasa berbeda dari biasanya. Sorak sorai, semangat, dan keakraban menyelimuti seluruh sudut ruangan dalam peringatan Hari Lahir PMII Rayon “Pemberontak” Pandhawa ke-14. Dengan mengusung tema “Berkarya Bersama Pandhawa”, acara ini menjadi bukti nyata bahwa kreasi, semangat, dan militansi kader tak pernah pudar meski tantangan terus menghadang.
Acara dibuka khidmat dengan sapaan Master of Ceremony yang menggugah semangat hadirin, lantunan *qiroatul Qur’an*, menyemai doa-doa penuh harap untuk perjalanan panjang organisasi. Dilanjutkan seremoni sambutan: laporan Ketua Pelaksana, Ketua Rayon, dan Ketua Komisariat, yang kompak menyampaikan apresiasi sekaligus ajakan untuk terus merawat ghirah pergerakan dengan karya nyata.
Kehangatan forum semakin terasa ketika pentas drama dengan judul *“Keterbatasan adalah Kemampuan”* dipentaskan oleh anggota hebat Rayon Pemberontak Pandhawa. Drama ini sukses menggugah perasaan para hadirin dengan pesan mendalam tentang bagaimana kader PMII tak pernah menyerah pada kendala ekonomi maupun kurangnya restu keluarga, namun terus berproses hingga mampu membuktikan diri dengan hasil yang manis. Kisah yang relevan dengan dinamika kaderisasi masa kini ini berhasil memantik rasa bangga para tamu undangan.
Tak berhenti di situ, penampilan *Recycle Fashion Show* menjadi daya tarik tersendiri. Kreasi busana ramah lingkungan yang diperagakan oleh para *modeling* kader Pandhawa berhasil memikat perhatian seluruh mata, menunjukkan bahwa kader PMII pun mampu tampil kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai sosial.
Suasana semakin hidup dengan iringan musik kader Pandhawa yang turut mempromosikan bazar ekonomi kreatif kader PMII. Stand-stand bazar ramai dikunjungi, sebagai wujud nyata semangat kemandirian ekonomi yang terus digalakkan di tubuh organisasi.
Semua rangkaian acara ini tak lain adalah manifestasi dari semangat berkarya kader PMII bersama Rayon “Pemberontak” Pandhawa. Wadah ini menjadi ruang pengembangan potensi kader, memperkuat solidaritas, dan memupuk kreativitas dalam bingkai perjuangan organisasi.
Menjelang penutupan, doa penuh khidmat dipanjatkan, diamini oleh seluruh sahabat yang hadir, sebagai penutup yang syahdu bagi hari bersejarah ini.
Harlah ke-14 Pandhawa juga menjadi ajang reuni hangat, di mana para senior pelopor Rayon turut hadir memeriahkan dengan persembahan seni: lagu-lagu pergerakan, hingga lagu-lagu pilihan kader. Tak lupa, petuah dan motivasi dari para senior meneguhkan kembali semangat pergerakan, menyambung chemistry antara generasi pendahulu dan penerus.
Rayon “Pemberontak” Pandhawa, dalam usia ke-14, kembali menegaskan diri sebagai rumah besar kaderisasi yang tak hanya melahirkan militansi, tetapi juga kreativitas dan karya nyata. (*)












