Khutbah Idul Fitri 1446 H/ 2025 M
SABAR & SYUKURDisampaikan oleh: Ustadz. Abbdul Aziz, S.I.P., M.A.P (Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Tengah)
Di Masjid Al Muttaqin Desa Jatimulya Kec. Lebaksiu Kab. Tegal
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Dengan penuh perjuangan selama satu bulan kita telah berpuasa dan berharap ampunan dari Allah.
Jiwa dan nalar kita pun menjadi terasah dan terasuh. Tidaklah mudah selama satu bulan kita
menjalankan ibadah wajib puasa ramadhan beserta ibadah sunah lainnya, penuh dengan ujian dan
godaan yang harus dilalui dengan kesabaran yang mendalam. Setelahnya diwajibkan pula untuk
membayar zakat fitrah sebagai pembersih harta benda. Saudaraku, sampailah pada hari ini dengan
riang gembira kita mengumandangkan takbir dan tahmid seantero dunia guna menggapai kemenangan
lahir bathin serta harapan dan impian masa depan yang lebih tercerahkan juga termuliakan.
Betapapun berat tantangan yang akan kita hadapi di kemudian hari, namun akan menjadi ringan jikalau
takbir dan tahmid selalu dijadikan fondasi jiwa dan nalar kita.
Keberhasilan menjalankan puasa selama satu bulan ini tidak lain karena atas kesabaran kita. Sabar
menghadapi godaan yang terlihat kasat mata maupun yang tidak terlihat yakni godaan dari iblis. Iblis
menurut para pakar terambil dari bahasa Yunani Kuno yakni Diabolos, yang berarti sosok yang
memfitnah, yang memecah belah. Iblis memfitnah Tuhan dengan berkata bahwa Allah tidak melarang
Adam dan Hawa mencicipi buah terlarang yang bernama khuldi, kecuali karena Allah enggan
keduanya menjadi malaikat atau hidup kekal (QS. Al-’Araf [7]: 20).
Dalam usul fiqih, sabar terbagi menjadi beberapa macam, yaitu sabar dalam menghadapi musibah
dengan menahan diri dari perbuatan yang bertentangan dengan syariat, sabar dalam menjalankan
ibadah dengan tetap istiqomah meski menghadapi kesulitan, serta sabar dalam menghadapi fitnah atau
godaan dengan tidak tergoda melakukan hal yang dilarang. Sabar memiliki hukum wajib bagi setiap
muslim, sehingga harus diterapkan dalam setiap aspek kehidupan, terutama saat menghadapi ujian atau
cobaan.
Hal 2
Kesabaran membawa keberkahan, keberkahan membawa ketenangan. Orang yang tenang
menunjukkan bahwa dia tidak memiliki ketakutan, karena dia yakin pertolongan Allah pasti akan
datang. Dengan kesabaran, orang dapat menghadapi berbagai ujian hidup dengan penuh keyakinan
ان الله مع الصابرين
bahwa Allah selalu bersamanya, innallaha ma’a shobirin
As Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari dalam Kitab Al-Hikam berkata:
“Janganlah merasa resah ketika tertundanya pemberian dari Allah, meskipun engkau telah bersungguh-
sungguh dalam berdoa. Sebab, Allah menjamin jawaban doa sesuai dengan apa yang Dia pilih
untukmu, bukan sesuai dengan apa yang engkau pilih untuk dirimu sendiri. Dan dalam waktu yang
Dia kehendaki, bukan dalam waktu yang engkau inginkan.”
Saudara-saudara yang dirahmati Allah…
Manusia yang ber-‘Idul Fitri, yang kembali ke asal kejadiannya menjadi orang yang suci, senantiasa
haruslah menjadi orang yang bijaksana, tetap bersih walau kita miskin, hemat dan sederhana walau
kaya, murah hati dan murah senyum, saling menghormati dan menyayangi, tidak menghina
sesamanya, tidak menebar fitnah dan adu domba juga tidak menuntut yang bukan haknya, apalagi
menahan hak-hak orang lain.
Di hari kemenangan ini, kita telah melalui sebuah perjalanan ibadah yang mengajarkan akan makna
kesabaran dalam penghambaan seutuhnya kepada Allah. Dalam Surah As-Sajdah ayat 24 dijelaskan:
وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ اَىِٕمَّةً يَّهْدُوْنَ بِاَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوْاۗ وَكَانُوْا بِاٰيٰتِنَا يُوْقِنُوْنَ
“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah
Kami ketika mereka sabar, dan mereka meyakini ayat-ayat Kami.”
Kesabaran adalah kunci dari segala kebaikan. Baginda Rasulullah ﷺ bersabda : bahwa kesabaran itu
adalah harta terpendam di surga.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa Lillahil Hamd.
Hadirin jamaah sholat ied yang dimuliakan Allah,,,
Selain rasa sabar, ada satu nilai lagi yang tidak kalah pentingnya, yang menjadi satu kesatuan dengan
sabar yakni rasa syukur kepada Allah.
Syukur nikmat merupakan sebuah keniscayaan dan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan dalam
menjalani kehidupan yang penuh metarialistik. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 152:
فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِࣖ
Maka, ingatlah Aku, niscaya Aku akan mengingatmu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu
ingkar kepada-Ku.”
Hal 3
Syukur sejati bermula dari kesadaran bahwa tiada pemberi nikmat selain Allah. Ketika seseorang
memahami bahwa setiap detik hidupnya dipenuhi dengan anugerah dari Allah, baik yang tampak
maupun yang tersembunyi, maka hatinya akan dipenuhi kegembiraan dan ketentraman. Kesadaran ini
melahirkan sikap yang selalu mengingat Allah, mengakui kebesaran-Nya, serta menjauhi kelalaian dan
keingkaran terhadap nikmat-Nya.
Ketika seseorang ditanya tentang keadaannya, ia hanya memiliki dua pilihan jawaban: bersyukur atau
mengeluh. Orang yang bersyukur berarti telah menaati Allah, sementara mereka yang mengeluh justru
mendurhakai-Nya. Bagi orang yang miskin harta apabila selalu bersyukkur atas kondisinya
sesungguhnya dialah orang yang kaya, tetapi orang yang kaya harta benda jika tidak bersyukur sering
mengeluh, hakekatnya dialah orang miskin. Oleh karena itu, marilah kita biasakan untuk selalu
bersyukur dalam setiap keadaan, baik dalam kelapangan maupun kesempitan.
Allah berfirman dalam Surah Luqman ayat 12:
وَلَقَدْ اٰتَيْنَا لُقْمٰنَ الْحِكْمَةَ اَنِ اشْكُرْ لِلّٰهِۗ وَمَنْ يَّشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ
Sungguh, Kami benar-benar telah memberikan hikmah kepada Luqman, yaitu, “Bersyukurlah kepada
Allah! Siapa yang bersyukur, sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri. Siapa yang kufur
(tidak bersyukur), sesungguhnya Allah Maha kaya lagi Maha Terpuji.” (Luqman: 12)
Sebagai hamba Allah, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Banyak hal yang
terjadi di luar dugaan dan rencana kita. Namun, dengan bersyukur, kita akan selalu berada dalam
lindungan dan rahmat-Nya.
Orang yang bersyukur akan merasa cukup, jauh dari kedengkian, mengutamakan kemaslahatan, penuh
kenikmatan, dan terhindar dari kemaksiatan. Orang yang hati dan fikirannya menerima keadaan
apapun dari Allah dengan penuh rasa syukur, derajatnya akan dinaikkan dengan kenikmatan-
kenikmatan yang lebih besar lagi. Maka, marilah kita perbanyak rasa syukur, baik dengan lisan, hati,
maupun perbuatan.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa Lillahil Hamd..
Hadirin jamaah sholat Id yang berbahagia,,,,
Dengan demikian, sabar dan syukur adalah dua kunci utama dalam menjalani kehidupan yang singkat
namun melelahkan. Dengan sabar, kita pasti mampu menghadapi ujian seberat apapun, dan dengan
syukur, kita pasti dapat menikmati tanpa beban setiap apa saja yang Allah berikan untuk kita.
Lebih lanjut mengutip ungkapan Syekh Ibnu Athailah dalam Kitab Al-Hikam menyebutkan bahwa
manusia dalam menyikapi pemberian Tuhan terbagi menjadi 3 golongan:
1. 2. Orang yang bersyukur – Mereka yang melihat pemberian Allah sebagai nikmat dan
senantiasa bersyukur. Mereka memahami bahwa segala sesuatu berasal dari Allah dan
digunakan untuk mendekat kepada-Nya.
Orang yang ber sabar – Mereka yang diuji dengan sedikitnya rezeki, kesulitan, atau cobaan,
tetapi tetap ridha dan bersabar karena yakin bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik
bagi mereka.
Hal 4
3. Orang yang lalai – Mereka yang menerima pemberian Allah tetapi tidak menyadari
hakikatnya. Mereka lalai dari bersyukur dan bersabar, sehingga kehidupan mereka dipenuhi
dengan keluhan dan ketidakpuasan.
Kenyataan yang dialami setiap orang, baik manis atau pahit, sakit ataupun sehat, hakekatnya sama-
sama sebuah ujian dari Sang Pencipta alam semesta. Persepsi manusia terhadap sebuah obyek belum
tentu sama antara satu dengan yang lainnya (istilah orang jawa: sawang sinawang), bahkan bisa saja
bertolak belakang dengan kehendak Sang Maha Pencipta itu sendiri.
Oleh karenanya sebagai manusia yang lemah dan banyak keterbatasan, janganlah mudah
menyimpulkan atas nasib yang sedang dialaminya. Jika merasa lebih dari yang lainnya, maka akan
timbul kesombongan, begitu pun jika merasa kurang, akan berdampak menjadi rendah diri dan mudah
putus asa.
Berbahagialah bagi orang miskin, kelak hisabnya akan lebih ringan dibandingkan orang kaya. Dan
orang kaya pun tetap harus berbahagia karena dia mampu berbagi kekayaanya kepada sesama makhluk
Allah.
Saudara-saudara jamaah sholat Id yang berbahagia,,,,
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi karena kita tidak tahu akan skenario Tuhan. Sering kali sesuatu
tidak berjalan sesuai rencana, tidak terjadi sebagaimana harapan, ironisnya, sesuatu yang terjadi benar-
benar di luar prediksi atau sangkaan, Itu menunjukkan bahwa manusia hanya sebatas memiliki
kemauan tetapi tidak memiliki kemampuan atas kejadian dan kenyataan yang telah ditetapkan oleh
Allah.
Sekali lagi pada kesempatan yang baik ini, selayaknya kita menjadi hamba-hamba yang bersabar dan
bersyukur dalam keadaan dan situasi apapun, agar kita mendapatkan kemuliaan di dunia dan akhirat.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa Lillahil Hamd.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Momentum Idul Fitri saat ini sepatutnya dijadikan sebagai titik awal untuk terus meningkatkan ibadah
mahdloh ataupun ibadah sosial lainnya, hari ini bukanlah akhir dari sebuah peribadahan kita, karena
kita masih diberi nafas dan nyawa yang masih melekat pada jasad kita, sementara iblis tidak akan
pernah berhenti untuk menggoda dan mengajak menjadi temannya di tempat yang dilaknati Allah
yakni neraka.
Hadirin-hadirot, di tempat mulia ini, yang tadi dijadikan sebagai tempat kita bersujud kepada Allah,
mari rendahkan hati kita, hilangkan rasa ke-aku-an kita untuk memohon kepada Yang Maha Kuasa
agar puasa dan amal-amal baik lainnya yang telah kita perbuat diterima oleh-Nya, dan kita kembali
menjadi hamba yang bersih dari segala noda dosa, serta menjadi hamba yang selalu bersabar dan
bersyukur atas ketetapan-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.
جعلنا الله وإياكم من العا ئدين والفائزين وادخلنا وإياكم في زمرة عباده المتقين
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم
وقل رب اغفر وارحم وأنت خير الراحمين
Ya Allah, Engkaulah ar-Rahman, dari-Mu bersumber kasih sayang, dan dari-Mu lah kami mendapatkan kenikmatan.
Ya Allah Engkaulah As Shobru, Limpahkanlah kepada kami kesabaran dalam menghadapi segala ujian,
Ya Allah Engkaulah As Syakur, tanamkanlah rasa syukur nikmat dalam hati kami untuk menerima setiap ketetapan-Mu.
Ya Allah Engkaulah Yang Maha Bijaksana, jika Engkau uji kami menghadapi kesulitan, jadikanlah hati kami teguh dengan kesabaran. Jika Engkau uji kami dengan kebahagiaan, kuatkanlah jiwa kami dengan syukur nikmat kepada-Mu. Jangan biarkan kami larut dalam kesedihan, bimbinglah kami menuju ketenangan dan kebahagiaan dalam ridha-Mu.
Maha Suci Engkau, Maha Mulia Engkau, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Hidupkanlah hati kami yang kering untuk selalu ingat kepada-Mu. Basahilah jiwa kami dengan kasih sayang-Mu. Lindungilah kami dari musuh nyata-Mu. Wafatkanlah kami dalam keimanan, dan masukkanlah kami ke dalam surga-Mu.
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالمُسْلِمَاتِ ،وَالمُؤْمِنِينَ وَالمُؤْمِنَاتِ، الأحْيَاءِ مِنْهُم وَالأمْوَاتِ ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ
رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Editor: Syam Zrt












