Malang | Koranbangsa.com — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malang meneguhkan langkah baru dalam memperkuat kelembagaan, konsolidasi kader, sekaligus memperluas khidmah politik kepada masyarakat. Hal itu ditandai dengan peresmian Kantor DPC PKB Kabupaten Malang, Graha Gus Dur, dan Masjid Al Iskandariah di Kepanjen, Sabtu (8/8/2026).
Peresmian dilakukan Ketua DPW PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar. Kehadiran kompleks baru DPC PKB Kabupaten Malang tersebut tidak sekadar dimaknai sebagai pembangunan infrastruktur organisasi, tetapi juga sebagai simbol penguatan basis perjuangan politik yang berorientasi pada kemanfaatan, kaderisasi, pelayanan masyarakat, serta pengembangan gagasan kebangsaan.
Bagi PKB Kabupaten Malang, kantor partai tidak semestinya hanya menjadi ruang administratif dan tempat menjalankan rutinitas politik. Kantor harus menjadi pusat konsolidasi, ruang bertemunya gagasan, tempat penguatan kapasitas kader, sekaligus instrumen untuk merumuskan agenda politik yang berpijak pada kebutuhan masyarakat.
Ketua DPW PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar menegaskan bahwa keberadaan kantor yang representatif harus dibarengi dengan aktivitas organisasi yang substantif dan memberikan dampak nyata.
“Dengan kantor DPC PKB dan Graha Gus Dur ini, tentu saya berharap ini bukan sekadar simbol, tetapi betul-betul bisa membawa kepada fungsi dan pemanfaatan substantif. Kantor itu hanya menjadi simbol kalau tidak dimanfaatkan dengan baik dan tidak diisi dengan kegiatan-kegiatan yang substantif,” kata Gus Halim sebelum seremoni peresmian.
Menurutnya, kekuatan organisasi politik tidak hanya ditentukan oleh seberapa megah fasilitas yang dimiliki, tetapi terutama oleh kemampuan organisasi dalam menghidupkan fasilitas tersebut dengan aktivitas yang produktif, edukatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam konteks itu, Kantor DPC PKB Kabupaten Malang diharapkan menjadi episentrum konsolidasi politik yang tidak berhenti pada kepentingan elektoral. Lebih jauh, kantor tersebut harus mampu menjadi ruang lahirnya gagasan dan kebijakan yang menjawab persoalan masyarakat Kabupaten Malang.
Hal yang sama juga ditekankan Gus Halim terhadap keberadaan Masjid Al Iskandariah yang berada di kompleks DPC PKB Kabupaten Malang. Menurutnya, masjid harus ditempatkan sebagai bagian integral dari kehidupan sosial masyarakat, bukan hanya sebagai tempat menjalankan ritual ibadah.
Gus Halim mengingatkan bahwa masjid dalam tradisi Nahdlatul Ulama memiliki posisi strategis dalam membangun kehidupan masyarakat. Karena itu, fungsi masjid perlu dikembangkan agar tidak hanya berorientasi pada aspek hablum minallah, tetapi juga memperkuat hablum minannas.
“Masjid itu terikat dengan urusan hablum minallah dan hablum minannas. Artinya, selain menjadi tempat beribadah kepada Allah SWT, masjid juga harus memiliki fungsi sosial dan memberikan manfaat bagi sesama,” ujarnya.
Ia berharap Masjid Al Iskandariah dapat menjadi model pengelolaan masjid yang mampu merepresentasikan kehadiran kader PKB di tengah-tengah masyarakat. Masjid, kata Gus Halim, dapat dikembangkan menjadi pusat berbagai kegiatan sosial, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga aktivitas kemanusiaan.
Menurutnya, banyak masjid yang telah membuktikan bahwa fungsi rumah ibadah dapat diperluas menjadi pusat kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Gagasan tersebut sekaligus menegaskan paradigma politik yang ingin dibangun PKB, yakni politik yang tidak semata-mata berorientasi pada perebutan kekuasaan, tetapi menjadikan kekuasaan sebagai instrumen pengabdian dan kemaslahatan masyarakat.
Peresmian Kantor DPC PKB Kabupaten Malang, Graha Gus Dur, dan Masjid Al Iskandariah tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya Anggota DPR RI Fraksi PKB Ahmad Ali, Bupati Malang H. Sanusi, Wali Kota Batu sekaligus Ketua DPC PKB Kota Batu Nurochman, serta Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur yang juga Ketua DPC PKB Kota Malang, Hikmah Bafaqih.

Bupati Malang H. Sanusi dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapan agar keberadaan fasilitas baru DPC PKB Kabupaten Malang menjadi energi baru bagi partai untuk semakin maju dan memperkuat kontribusinya kepada masyarakat.
“Semoga ke depan PKB semakin maju, dengan semangat baru yang lebih muda,” kata Sanusi.
Sanusi juga mengingatkan bahwa kekuatan politik pada akhirnya sangat ditentukan oleh sejauh mana sebuah organisasi mampu menjaga kepercayaan publik. Karena itu, ia berharap seluruh sumber daya yang dimiliki PKB Kabupaten Malang dapat dikelola secara amanah dan diarahkan untuk menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat.
“Selama kita bisa menjaga kemanfaatan dan kebaikan bagi masyarakat, di mana pun berada akan eksis dan diterima masyarakat. Sebaliknya, jangan menyakiti hati masyarakat. Ketika sudah merugikan masyarakat, akan kurang mendapatkan tempat,” tutur Sanusi.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah dinamika politik yang semakin menuntut partai politik untuk tidak hanya kuat secara elektoral, tetapi juga memiliki legitimasi sosial. Kepercayaan masyarakat tidak cukup dibangun melalui kontestasi politik, melainkan harus dirawat melalui integritas kader, kualitas pelayanan, keberpihakan terhadap kepentingan publik, serta konsistensi dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Malang H. Kholiq mengungkapkan bahwa pembangunan dan renovasi Kantor DPC PKB Kabupaten Malang beserta pembangunan masjid baru tersebut telah dimulai sejak awal 2024.
Menurut Kholiq, hadirnya kantor yang lebih representatif dan dilengkapi masjid merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat kelembagaan PKB Kabupaten Malang sekaligus membangun kultur organisasi yang mampu menjaga keseimbangan antara kerja-kerja politik dan pengabdian spiritual.
“Harapannya, kantor dan masjid baru di DPC PKB ini juga menjadikan kader maupun pengurus yang juga ada di Fraksi PKB tetap seimbang. Tidak hanya sibuk memikirkan politik dan dapilnya, tetapi juga hubungannya dengan Allah SWT, hablum minallah,” ujar Kholiq yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang.
Bagi Kholiq, politik harus ditempatkan sebagai bagian dari jalan pengabdian. Karena itu, semakin besar tanggung jawab politik yang diemban kader, semakin kuat pula tuntutan moral untuk menjaga integritas, amanah, dan orientasi kemaslahatan.
Dengan hadirnya Kantor DPC PKB Kabupaten Malang, Graha Gus Dur, dan Masjid Al Iskandariah, PKB Kabupaten Malang kini memiliki ruang yang lebih representatif untuk memperkuat konsolidasi organisasi, kaderisasi, pengembangan gagasan, sekaligus memperluas gerakan sosial di tengah masyarakat.
Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa PKB Kabupaten Malang tidak hanya sedang membangun gedung, tetapi juga berupaya membangun ekosistem politik yang mempertemukan kekuatan organisasi, gagasan kebangsaan, nilai-nilai keislaman, dan pengabdian sosial.
Dengan fondasi tersebut, PKB Kabupaten Malang meneguhkan politik sebagai instrumen khidmah: bekerja untuk masyarakat, menjaga kepercayaan publik, memperjuangkan kepentingan rakyat, serta memastikan bahwa setiap kekuatan politik yang dimiliki benar-benar berujung pada kemanfaatan bagi masyarakat Kabupaten Malang. (*)












