Mahasiswa KKN-T Desa Kucur Kelompok 15 melaksanakan kegiatan wawancara sejarah desa pada Sabtu 28 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan menggali asal usul desa Kucur, khususnya dusun Krajan, yang dikenal sebagai dusun tertua di wilayah tersebut.
Wawancara dilakukan bersama Pak Juma’in, Tokoh masyarakat desa Kucur. Dusun Krajan Wilayah Tertua Desa Kucur Berdasarkan keterangan Pak juma’in, dusun krajan merupakan wilayah tertua dan diyakini sebagai pusat awal pemerintahan desa kucur. Pada masa lampau, wilayah ini dikenal sebagai pusat kekuasaan yang menyerupai bentuk kerajaan. Dari sinilah sistem kepemipinan desa bermula dan berkembang secara turun-temurun.
Nama kucur sendiri diyakini berasal dari kondisi alam pada masa lalu, yakni adanya aliran sungai yang mengalir deras atau “ngocor” dalam bahasa jawa. Dari istilah tersebut kemudian berkembang penyebutan wilayah ini menjadi Desa Kucur.
Tujuh Dusun dalam Wilayah Desa Kucur
Pada awal perkembangannya, Desa Kucur terdiri dari tujuh pedukuhan atau Dusun. Dari ketujuh tersebut, Dusun Krajan menjadi Dusun utama. Setelah itu, terdapat dusun lain sperti Puri, Klampok, dan Putean.
Menurut P.Juma’in penamaan dusun-dusun tersebut umumnya berasal dari kondisi lingkungan setempat. Dusun Klampok, misalnya, dinamakan karena dahulu terdapat pohon klampok di wilayah tersebut. Seentara itu, nama Puri tidak berkaitan dengan pendopo atau bangunan keraton, melainkan berasal dari sejarah internal wilayah Kerajaan Kucur Kepemimpimam dan Sistem Pemerintahan Lama
Dalam catatan sejarah lisan masyarakat, pemimpin utama Dusun Krajan diketahui bernama Mbah Singosastro, yag dikenal peninggi pertama. Pada masa itu, kepemimpinan desa bersifat turun-temurun dan hanya warga asli Dusun Krajan yang dapat menjadi kepala desa.
Sistem pemerintahan pada masa lampau juga memiiki sebutan jabatan yang bebeda dengan sekarang. Kepala desa disebut Petinggi atau lurah, kepala dusun atau Kamituwo dsebut Bau, sedangkan RT dikenal dengan sebutan Tunari. Seiring perkembangan zaman, sistem tersebut kemudian mengalami perubahan dengan munculnya istilah Bayan dan Kepetengan.
Sejarah Lisan yang Terus Dilestarikan
P.Juma’in menyampaikan bahwa hingga kini belum ada catatan tertulis yang menjelaskan tahun berdirinya desa Kucur maupun tokoh yang pertama kali malakukan babat alas. Sejarah desa lebih banyak diwariskan melalui cerita lisan dari generasi ke generasi.
“cerita sejarah ini kami dengar dari orang-oramg terdahulu. Tidak semua bisa dipastikan secara detail,” ungkap P.Juma’in.
Upaya Dokumentasi Sejarah Desa
Melalui kegiatan wawancara ini, mahasiswa KKN-T Desa Kucur Kelompok 15 beharap sejarah lokal Desa Kucur dapat terdokumentasi ini diharapkan menjadi sumber pengetahuan bagi generasi muda serta memperkuat identitas dan jati diri mayarakat Desa kucur.












