MALANG | KORANBANGSA.com – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (KOPRI) Kabupaten Malang menyelenggarakan kegiatan Sekolah Kader Kopri (SKK) ke-6. Kegiatan yang rencana akan berlangsung selama tiga hari yakni 29-31 Mei 2025 ini mengambil tema “Perempuan dan Narasi Perubahan Sosial: Dari Akar Rumput hingga Ruang Kebijakan”. Dan pembukaannya dilaksanakan secara ceremonial di Kantor Fatayat NU Kabupaten Malang, Jum’at (29/5/2025) sore.
Selain pengurus cabang PMII dan Kopri Kabupaten Malang sebagai penyelenggara. Pembukaan kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh peserta dari perwakilan Komisariat PMII se-Kabupaten Malang dan Ketua Kopri Jawa Timur Zumrotun Nafisah sekaligus membuka acara secara resmi pada kegiatan tersebut.
Helina Suciati sebagai Ketua Kopri Kabupaten Malang menyatakan bahwa acara SKK ini sebagai implementasi dari komitmen dalam membangun Kopri. Menurutnya pemberdayaan perempuan bukan hanya sekedar wacana, namun menjadi wujud dan aksi nyata.
“SKK ini bukan sekedar pemenuhan kaderisasi formal, tapi ini merupakan komitmen pengurus cabang PMII Kabupaten Malang dalam membangun kader perempuan. Pemberdayaan perempuan dari segala aspek tidak boleh hanya berhenti sebagai wacana dan gagasan namun harus menjadi implementasi dalam aksi yang nyata dalam ruang gerak PMII Kabupaten Malang.” ujarnya
Ketua Umum PC PMII Kabupaten Malang yang hadir dalam pembukaan tersebut juga membari arahan kepada peserta tentang pentingnya peran dan kiprah perempuan dalam menghadapi persoalan di Kabupaten Malang. “Kami berharap agar materi yang disampaikan dalam acara SKK ini dapat membawa perubahan yang nyata terutama kiprah dan peran kader Kopri dalam menangani persoalan perempuan di Kabupaten Malang.” tegasnya
Sementara itu Ketua PKC Kopri Jawa Timur menekankan pentingnya kader perempuan dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kegiatan SKK ini menurutnya punya tujuan untuk meningkatkan kapasitas kader perempuan.
“Kegiatan SKK ini merupakan jenjang kaderisasi formal dalam Kopri, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas perempuan dalam kepemimpinan. Ia juga menekankan pentingnya Kopri dalam mengadaptasi perkembangan teknologi agar PMII tidak tertinggal dalam menghadapi perubahan zaman.” pungkasnya (Kirom)












