KORANBANGSA.com – Yayasan Masjid An Nur Islamic Centre (Yamanic) yang berlokasi di Bella Cassa Residence Kota Depok Jawa Barat siap menjadi pioner dalam pengelolaan dana secara digital yang bersumber dari ummat (jamaah) melalui Sistem Informasi Amil Zakat Infaq Sodaqoh (SIAZIS).
Disampaikan Ketua SIAZIS, Mahdi Manfaluthi usai acara Dialog Syariah “Fiqh Zakat dan Fiqh Amil” yang diselenggarakan di Lantai Utama Masjid, pada Sabtu dan Minggu, 15-16 Maret 2025.
Mahdi Manfaluthi menjelaskan, di era teknologi informasi ini sudah menjadi keniscayaan untuk mendesain setiap perencanaan, termasuk program masjid dengan memanfaatkan teknologi digital.
SIAZIS yang berbasis digital akan memudahkan ummat membayar kewajibannya untuk tujuan zakat, infaq, atau Sodaqoh (ZIS), sekaligus memberikan kepastian distribusinya kepada yang berhak (Mustahik).
“Bukankan dalam pengelolaan zakat, yang pertama dihitung adalah jumlah atau keberadaan mustahiq, baru target penerimaan,” terang Mahdi.
Mahdi bersyukur, Program Beasiswa Yatim-Piatu dan Dhuafa yang bersumber dari perolehan zakat mal dalam tahun 2023-2024 memicu kepercayaan Muzakki. Peningkatannya mencapai 100%, baik jumlah muzakki atau dana yang diterima. Pada tahun 2023 ada 10 beasiswa yang diberikan, tahun 2024 bertambah menjadi 24 beasiswa.
Mahdi menjelaskan, perolehan dana SIAZIS, peruntukannya berbeda-beda. Untuk program beasiswa bagi yatim-piatu dan dhuafa diambil dari zakat mal. Hasil zakat fitrah dibagikan 100% kepada fakir miskin, dll (8 golongan/asnaf).
“Kami mengharap tahun 2025, jumlah yang menerima manfaat SIAZIS semakin meningkat, tentu dibarengi dengan hasil yang diperoleh juga meningkat,” harap Mahdi yang bekerja di perbankan.
Untuk menetapkan mustahiq, Mahdi menceritakan bahwa prosesnya tidak mudah. Untuk program beasiswa harus melalui rekomendasi Ketua RT/RW, survey dan wawancara langsung dengan pihak sekolah, lalu dihitung kebutuhannya, dan beasiswa langsung dibayarkan sesuai tanggungan penerima beasiswa yang berbeda-beda.
“Untuk tahun 2025 ini, kami akan upayakan SIAZIS betul-betul hadir memberikan beasiswa bagi warga Bella Cassa yang berhak, kami juga minta kepada warga untuk membantu merekomendasikan kepada RT/RW, bukan disampaikan langsung kepada kami, karena kami tidak berhak untuk menetapkan tanpa rekomendasi RT/RW,” jelas Mahdi.
Apresiasi disampaikan Ketua DKM Masjid An Nur Islamic Centtre, Heri Susanto. Menurutnya, pengelolaan ZIS by digital di zaman sekarang mutlak dilakukan. Sistem digital akan mampu mengintegrasikan semua program dengan kepentingan dan kebutuhan yang berbeda-beda.
“Saya optimis, pengelolaan ZIS by digital akan semakin dipercaya, karena jelas dan transparan. Sistem digital juga akan memudahkan siapa pun yang diberikan amanah sebagai pengelola zakat. Insya Allah SIAZIS akan menjadi warisan baik untuk siapapun, tinggal meng-update saja sesuai perkembangan teknologi digital,” pungkas Heri Susanto yang bekerja di perpajakan. (adm)












