Malang | Koranbangsa.com — Dinamika gerakan mahasiswa kembali menemukan momentumnya. Pengurus Komisariat PMII Ibnu Sina Malang menggelar kegiatan kajian dan tindak lanjut (follow up) bertajuk “Implementasi Nilai Dasar Pergerakan (NDP) di Lingkungan Kampus” pada Ahad, 10 Mei 2026, bertempat di STIT Ibnu Sina Malang. Kegiatan ini menjadi ruang reflektif sekaligus strategis dalam menguatkan fondasi ideologis kader di tengah tantangan kehidupan akademik yang kian kompleks.
Dalam perspektif gerakan, NDP bukan sekadar dokumen normatif, melainkan kerangka etik dan praksis yang harus dihidupkan dalam keseharian mahasiswa. Oleh karena itu, forum ini diarahkan untuk membangun kesadaran kritis kader tentang pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan integritas dalam ruang akademik maupun organisasi. Diskursus yang berkembang menunjukkan bahwa kampus tidak hanya menjadi ruang transfer ilmu, tetapi juga medan pembentukan karakter dan moralitas.
Ketua Komisariat PMII Ibnu Sina Malang, Miftah, dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar ideologisasi kader secara berkelanjutan. “Kami ingin memastikan bahwa kader PMII tidak tercerabut dari nilai dasar pergerakan. NDP harus hadir dalam sikap, cara berpikir, dan tindakan kader, baik di ruang kelas maupun dalam kehidupan sosial,” ujarnya.
Sementara itu, pemateri kajian, Maulana Zakaria, menekankan bahwa nilai tauhid sebagai fondasi utama harus tercermin dalam konsistensi ibadah dan integritas personal mahasiswa. “Tauhid bukan hanya soal keyakinan, tetapi juga soal keberpihakan moral. Kader harus mampu menjaga ibadah di tengah kesibukan akademik serta menjadikan integritas sebagai identitas diri,” tegasnya dalam pemaparan.
Lebih lanjut, diskusi juga menggarisbawahi pentingnya nilai kemanusiaan yang diwujudkan melalui etika sosial, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama. Kader PMII didorong untuk menjadi agen perubahan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial yang tinggi. Di sisi lain, relasi manusia dengan alam turut menjadi perhatian, dengan penekanan pada pentingnya menjaga lingkungan kampus sebagai bagian dari tanggung jawab kolektif.
Forum ini diikuti oleh kader PMII Komisariat Ibnu Sina Malang dengan antusiasme tinggi. Diskusi berjalan dialogis dan produktif, memperlihatkan bahwa kesadaran ideologis kader masih terjaga dan terus berkembang. Harapannya, implementasi NDP tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi mampu diwujudkan dalam praksis kehidupan kampus yang berkelanjutan dan transformatif.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PMII Ibnu Sina Malang menegaskan komitmennya sebagai organisasi kader yang tidak hanya berorientasi pada gerakan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai. NDP, dalam hal ini, menjadi kompas ideologis yang akan terus mengarahkan langkah kader dalam menjawab tantangan zaman. (*)












