Malang | Koranbangsa.com — Pimpinan Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Ibnu Sina Kabupaten Malang resmi dilantik untuk masa khidmat 2026–2027 dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat di Desa Sumberjaya, Kecamatan Gondanglegi, Minggu (03/05). Momentum ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan penanda awal arah baru kepemimpinan kader berbasis nilai keilmuan dan spiritualitas.
Pelantikan tersebut dihadiri oleh jajaran Ketua Komisariat, perwakilan Ketua Rayon se-Kabupaten Malang, serta para senior PMII yang turut menjadi saksi estafet kepemimpinan. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh perwakilan Pengurus Cabang PMII Kabupaten Malang, yang secara simbolik mengukuhkan struktur kepengurusan baru PK PMII Ibnu Sina.
Mengusung tema “Dengan Ilmu dan Iman Kita Bangun Kepemimpinan”, forum ini menegaskan bahwa organisasi mahasiswa tidak cukup hanya bergerak secara struktural, tetapi juga harus memiliki fondasi nilai yang kuat. Ilmu diposisikan sebagai kompas strategis, sementara iman menjadi kontrol etik dalam setiap pengambilan keputusan.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sarasehan kepemimpinan yang menghadirkan Husnul Hakim Syadad sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya integritas sebagai basis utama kepemimpinan mahasiswa di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.
“Menjadi seorang pemimpin yang berintegritas wajib hukumnya memiliki ilmu sebagai kompas arah kepemimpinan, dan iman sebagai nilai penuntun agar kepemimpinannya tidak liar dan tetap berada di jalur pengabdian,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PK PMII Ibnu Sina terpilih menegaskan bahwa pelantikan ini bukanlah titik akhir, melainkan gerbang awal untuk kerja-kerja kolektif yang lebih konkret dan berdampak. Ia menyatakan komitmennya untuk menjadikan ilmu dan iman sebagai fondasi utama dalam menjalankan amanah organisasi.
“Ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah awal dari tanggung jawab besar yang harus dijalankan bersama. Kami akan bergerak dengan nilai, bukan sekadar program,” ujarnya.
Acara yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tersebut ditutup dengan doa dan ramah tamah. Suasana keakraban yang terbangun menjadi simbol kuat bahwa kaderisasi di tubuh PMII Ibnu Sina tidak hanya mencetak pemimpin, tetapi juga merawat solidaritas dan nilai pengabdian.
Dengan semangat baru ini, PK PMII Ibnu Sina diharapkan mampu tampil sebagai motor penggerak intelektual muda yang tidak hanya kritis, tetapi juga berakar pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan—sebuah kombinasi yang semakin relevan di tengah tantangan zaman. (*)












