Madiun | Koranbangsa.com — Semangat pengabdian sosial kembali ditunjukkan kader muda Nahdlatul Ulama melalui inisiatif pelayanan publik bagi masyarakat. Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kebonsari dan Dolopo meluncurkan Posko Mudik Tahun 2026 sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan para pemudik yang melintas di jalur strategis Madiun–Ponorogo.
Posko mudik tersebut didirikan secara mandiri oleh kader Ansor dan Banser dari dua kecamatan, yakni Kebonsari dan Dolopo. Lokasinya berada di jalur utama Jalan Raya Madiun–Ponorogo, tepatnya di depan Masjid Al-Istiqomah Dolopo, Kabupaten Madiun. Jalur ini dikenal sebagai salah satu akses penting bagi arus mudik menuju kawasan Jawa Timur bagian selatan.
Keberadaan posko ini dimaksudkan sebagai ruang layanan sosial bagi para pemudik yang membutuhkan tempat singgah sementara selama perjalanan. Para kader Banser menyediakan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari informasi lalu lintas, area istirahat, hingga layanan sederhana yang dapat membantu pemudik memulihkan stamina sebelum melanjutkan perjalanan.
Peluncuran Posko Mudik Banser tersebut dilaksanakan pada Sabtu (14/3/2026) dan ditandai dengan apel kesiapsiagaan personel Banser dari dua wilayah tersebut. Posko dijadwalkan mulai beroperasi pada 15 Maret hingga 25 Maret 2026, atau selama periode H-5 hingga H+5 Lebaran. Sebanyak 60 personel Banser dan kader Ansor dikerahkan untuk memastikan pelayanan berjalan optimal selama masa mudik.
Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Dolopo, Joko Susilo, menegaskan bahwa keberadaan posko mudik ini merupakan bentuk konkret pengabdian kader Ansor dan Banser kepada masyarakat.
“Posko Mudik ini merupakan bentuk pengabdian sahabat Banser kepada masyarakat. Posko mandiri yang didirikan oleh Banser Dolopo dan Kebonsari ini juga menjadi agenda tahunan dalam rangka melayani para pemudik yang melintasi jalur Madiun–Ponorogo. Kami menyiapkan berbagai fasilitas penunjang agar para pemudik yang singgah dapat merasakan kenyamanan selama beristirahat,” ujarnya.
Ia juga berharap para pemudik dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan perjalanan.
Senada dengan itu, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kebonsari, Febri Hijroh Mukhlis, menyampaikan bahwa inisiatif pendirian posko mudik merupakan manifestasi nilai-nilai kepedulian sosial yang menjadi karakter gerakan Ansor dan Banser.
“Posko mudik yang didirikan sahabat Banser merupakan wujud nyata kepedulian sosial. Kami ingin memastikan para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. Harapannya, para pemudik bisa sampai di tujuan dengan selamat dan berkumpul kembali dengan keluarga tercinta,” ungkapnya saat peluncuran posko.
Selama masa operasional, personel Banser akan berjaga selama 24 jam secara bergantian guna memastikan pelayanan tetap berjalan optimal. Posko ini diharapkan dapat menjadi rest area alternatif yang aman dan representatif bagi pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat.
Selain menyediakan fasilitas singgah, para personel Banser juga mengimbau para pengguna jalan untuk senantiasa mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik. Pemudik diharapkan tidak memaksakan diri ketika lelah dan dapat memanfaatkan posko-posko mudik yang tersedia di sepanjang jalur perjalanan.
Bagi Banser dan Ansor, keberadaan posko mudik tidak sekadar layanan teknis bagi pemudik, tetapi juga bagian dari praksis gerakan sosial-keagamaan yang menempatkan kemaslahatan masyarakat sebagai orientasi utama pengabdian kader. Dalam konteks ini, tradisi pengamanan dan pelayanan mudik menjadi ruang aktualisasi nilai solidaritas, kemanusiaan, serta tanggung jawab sosial kader muda Nahdlatul Ulama terhadap masyarakat luas. (*)












