Malang | Koranbangsa.com — Di tengah derasnya arus teknologi dan informasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang menggelar Visiting Lecture bertajuk “Understanding the Self in the Age of Complex”, Kamis (9/10/2025). Bertempat di Aula KH. Moh. Said, kegiatan ini menghadirkan akademisi dari Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM), yakni Dr. Helga Graciani Hidajat, S.Pd., M.A dan Dewi Fatmasari Edy, S.Psi., M.A, dengan Luthfiatus Zahroh, M.Psi. selaku moderator sekaligus Kepala PL2P FISIP Unira Malang.
Acara berlangsung dari pukul 09.00 hingga 13.00 WIB dan dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP Unira Malang, Husnul Hakim, S.H., M.H., yang juga memberikan sambutan pembuka penuh makna. Dalam pidatonya, ia menegaskan pentingnya menjadikan forum ilmiah seperti Visiting Lecture sebagai tradisi akademik di lingkungan kampus.
“Forum seperti ini bukan hanya ajang akademik, tetapi juga ruang pembentukan budaya ilmiah. Kami ingin menjadikan kegiatan semacam ini sebagai tradisi yang menumbuhkan semangat berpikir kritis, reflektif, dan kontekstual,” ujar Husnul Hakim.
Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi dunia modern yang serba cepat dan kompleks.
“Kita hidup di era kebisingan, di mana informasi datang seperti air bah. Kita tahu banyak tentang dunia luar, tapi sering lupa menatap dunia di dalam diri kita,” tuturnya.
Dekan FISIP UNIRA ini juga menggambarkan dunia saat ini sebagai “age of complex”, era yang ditandai oleh percepatan perubahan, kecanggihan teknologi, sekaligus kekosongan makna.
“Teknologi memudahkan, tapi juga bisa menenggelamkan. Kita bisa terkoneksi dengan seluruh dunia, namun sering terputus dengan hati kita sendiri. Kita punya banyak teman di media sosial, tapi kehilangan kemampuan untuk benar-benar mengenal diri,” lanjutnya.
Dalam konteks pendidikan, ia menekankan bahwa memahami diri (understanding the self) merupakan fondasi utama, khususnya bagi mahasiswa psikologi dan ilmu sosial.
“Bagaimana kita bisa memahami orang lain jika belum memahami diri sendiri? Bagaimana bisa menolong orang lain yang kehilangan arah, bila kita sendiri belum menemukan arah hidup kita?” tegasnya.
Pria yang akrab disapa dengan Cak Noel ini juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kemajuan intelektual dan kedalaman spiritual.
“Kemajuan teknologi tanpa kedalaman spiritual akan melahirkan kekosongan; kemahiran intelektual tanpa arah batin akan melahirkan kebingungan,” ujarnya penuh refleksi.
Lebih jauh, Cak Husnul yang juga Ketua Umum PC IKA-PMII Kabupaten Malang ini menegaskan visi fakultasnya untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan spiritual.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya smart, tapi juga wise. Tidak hanya berpikir kritis, tapi juga berkarakter,” tandasnya.
Sebagai penutup, Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi strategis antara FISIP Unira Malang dan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.
Kegiatan Visiting Lecture ini menjadi bukti nyata komitmen FISIP Unira Malang dalam memperkuat integrasi antara ilmu pengetahuan, nilai kemanusiaan, dan spiritualitas, menjadikan kampus bukan sekadar ruang belajar, tetapi ruang tumbuh bagi manusia yang utuh. (*)












