Lumajang |koranbangsa.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas. Hingga Kamis (6/8), luas area yang terdampak diperkirakan telah mencapai sekitar 70 hektare, sehingga mendorong pengelola TNBTS menutup sementara akses wisata Gunung Bromo melalui jalur Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang demi menjaga keselamatan pengunjung.
Kebakaran yang pertama kali terdeteksi pada Senin (3/8) di kawasan Blok Bantengan, Kabupaten Lumajang, terus merambat akibat kondisi cuaca kering, vegetasi yang mudah terbakar, serta hembusan angin yang cukup kencang. Kobaran api bahkan telah melintasi wilayah perbatasan dan mengarah ke kawasan Kabupaten Malang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, rambatan api telah melewati tugu perbatasan dan bergerak menuju wilayah Kabupaten Malang dengan jarak sekitar 1,5 kilometer dari titik perbatasan.
“Rambatan api sudah melalui tugu perbatasan dan mengarah masuk ke wilayah Kabupaten Malang. Kondisi angin yang bertiup ke arah barat menyebabkan penyebaran api berlangsung cukup cepat,” ujar Sadono.
Sebagai langkah penanganan, ratusan personel gabungan yang terdiri atas BPBD, Balai Besar TNBTS, BNPB, TNI, Polri, relawan, hingga Masyarakat Peduli Api diterjunkan ke lokasi. Tim melakukan berbagai upaya pemadaman, mulai dari pembuatan sekat bakar, penyemprotan menggunakan truk tangki, pemadaman manual di medan terjal, hingga pemanfaatan drone water spray untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.
Dampak kebakaran juga dirasakan sektor pariwisata. Balai Besar TNBTS menutup sementara jalur masuk wisata melalui Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta Senduro di Kabupaten Lumajang hingga waktu yang belum ditentukan. Sementara itu, wisatawan masih dapat memasuki kawasan Bromo melalui jalur Cemoro Lawang (Probolinggo) dan Wonokitri (Pasuruan), namun akses hanya dibatasi sampai kawasan Lautan Pasir dan tidak diperbolehkan menuju area Savana.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi seluruh kebijakan penutupan serta tidak memaksakan diri memasuki kawasan yang terdampak kebakaran. Selain membahayakan keselamatan, aktivitas di sekitar titik api juga dapat menghambat proses pemadaman yang hingga kini masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Pemerintah berharap kebakaran dapat segera dikendalikan sehingga kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dapat kembali pulih dan aktivitas wisata dapat dibuka secara bertahap setelah dinyatakan aman.












