Malang | Koranbangsa.com – Menjelang peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28, semangat kebersamaan dan penguatan ekonomi kader terus ditunjukkan oleh jajaran partai di tingkat akar rumput. Salah satunya melalui kegiatan syukuran dan panen perdana budidaya ikan nila yang digelar bersama Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PKB serta Dewan Pengurus Ranting (DPRt) PKB se-Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (5/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari tersebut dihadiri oleh Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Malang H. Abdulloh Satar, M.M., Ketua Dewan Syuro PKB Singosari Ustadz Riyadi, jajaran pengurus DPAC PKB Singosari, para Ketua DPRt PKB se-Kecamatan Singosari, serta kader dan simpatisan partai.
Acara berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan khidmat. Selain menjadi momentum menyambut Harlah PKB ke-28, kegiatan tersebut juga menjadi ajang evaluasi sekaligus apresiasi terhadap program pemberdayaan ekonomi kader yang selama ini dijalankan oleh PKB melalui bantuan budidaya ikan nila kepada struktur partai di tingkat kecamatan.
Panen perdana ikan nila yang dilakukan bersama-sama menjadi bukti nyata bahwa program pemberdayaan ekonomi yang digagas partai tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi mampu menghasilkan manfaat konkret bagi kader dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, H. Abdulloh Satar atau yang akrab disapa Abah Satar menegaskan bahwa PKB harus terus hadir sebagai partai yang tidak hanya bergerak di bidang politik, tetapi juga mampu memberikan solusi terhadap persoalan ekonomi masyarakat.
“Momentum Harlah PKB ke-28 ini harus menjadi sarana refleksi bagi seluruh kader untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat. PKB tidak boleh hanya hadir saat pemilu atau agenda politik semata, tetapi harus menjadi bagian dari solusi kehidupan masyarakat sehari-hari, termasuk dalam penguatan ekonomi umat,” ujar Abah Satar.
Menurutnya, program budidaya ikan nila yang diberikan kepada DPAC merupakan salah satu bentuk ikhtiar membangun kemandirian organisasi sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan kader.
“Panen perdana ini menunjukkan bahwa ketika ada kemauan, kebersamaan, dan pendampingan yang baik, maka program sekecil apa pun bisa menghasilkan manfaat yang besar. Saya berharap model pemberdayaan seperti ini dapat terus dikembangkan dan direplikasi di berbagai wilayah lainnya,” tambahnya.
Sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Malang, Abah Satar juga menegaskan bahwa pembangunan partai ke depan harus berbasis pada penguatan sumber daya manusia, ekonomi kerakyatan, dan pelayanan kepada masyarakat.
“PKB lahir dari rahim perjuangan ulama dan warga Nahdlatul Ulama. Karena itu, nilai-nilai keberpihakan kepada rakyat kecil harus terus menjadi ruh perjuangan partai. Kader PKB harus mampu menjadi pelayan masyarakat, penggerak ekonomi umat, sekaligus penjaga nilai-nilai kebangsaan dan keislaman yang moderat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa usia ke-28 tahun merupakan fase penting bagi PKB untuk semakin dewasa dalam berpolitik dan semakin kuat dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.
“PKB hari ini telah menjadi kekuatan politik nasional yang diperhitungkan. Namun tantangan ke depan semakin besar. Karena itu seluruh kader harus menjaga soliditas, memperkuat kerja-kerja nyata di tengah masyarakat, serta terus mengedepankan politik yang santun, inklusif, dan membawa manfaat bagi rakyat,” kata Abah Satar.
Sementara itu, Ketua Dewan Syuro PKB Singosari, Ustadz Riyadi, mengapresiasi kebersamaan seluruh pengurus DPAC dan DPRt yang terus menjaga kekompakan dalam membesarkan partai. Menurutnya, semangat gotong royong dan ukhuwah menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi.
Kegiatan syukuran ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan PKB yang telah memasuki usia ke-28 tahun. Para peserta juga berharap agar PKB semakin maju, semakin dekat dengan masyarakat, serta terus menjadi wadah perjuangan politik yang membawa kemaslahatan bagi bangsa dan negara.
Melalui momentum Harlah ke-28 ini, PKB Singosari menunjukkan bahwa penguatan organisasi tidak hanya dilakukan melalui konsolidasi politik, tetapi juga melalui program-program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi kader dan masyarakat. Sosok Abah Satar pun kembali menegaskan perannya sebagai figur pemersatu yang konsisten mendorong PKB agar terus tumbuh menjadi partai yang kuat, mandiri, dan senantiasa berpihak kepada kepentingan rakyat. (*)












