Malang | koranbangsa.com – Turnamen Domino Demokrasi 2026 yang digelar di Pendopo Kabupaten Malang pada Sabtu, 16 Mei 2026 berlangsung meriah dan penuh antusias. Ajang yang diselenggarakan oleh TIMES Indonesia dan Tugu Jatim tersebut sukses mempertemukan berbagai elemen masyarakat mulai dari organisasi kepemudaan, mahasiswa, komunitas, hingga unsur partai politik dalam satu kompetisi penuh strategi dan sportivitas.
Salah satu tim yang menjadi sorotan dalam kompetisi ini adalah tim PMII Kabupaten Malang. Sejak babak awal, permainan PMII sudah mencuri perhatian para peserta dan penonton karena dinilai memiliki strategi matang dan permainan yang disiplin. Bahkan sejumlah lawan menganggap tim domino PMII sebagai salah satu tim terkuat dan paling diperhitungkan dalam turnamen tersebut.
Pada babak sebelumnya, PMII Kabupaten Malang tampil dominan dengan mengalahkan pasangan HMI secara langsung dalam dua set tanpa balas. Tidak berhenti di situ, PMII kembali menunjukkan kelasnya saat menghadapi TIMES Indonesia dengan kemenangan telak dua set langsung.
Permainan tenang, pembacaan kartu yang rapi, hingga kemampuan mengatur tempo pertandingan membuat PMII menjadi lawan berat sepanjang kompetisi berlangsung. Sorotan penonton semakin besar ketika PMII berhasil memastikan langkah ke partai final menghadapi tim kuat Perisai Doom.
Partai final berlangsung sengit dan penuh tensi tinggi. Kedua tim saling adu strategi sejak awal pertandingan. Perisai Doom akhirnya keluar sebagai juara setelah menang tipis pada set pertama dengan skor PMII 95 poin dan Perisai Doom 107 poin. Pada set kedua, Perisai Doom kembali mengamankan kemenangan dengan skor PMII 44 poin dan Perisai Doom 108 poin.
Meski harus puas sebagai runner up, perjuangan tim PMII Kabupaten Malang mendapat apresiasi besar dari peserta lain maupun penonton karena mampu memberikan perlawanan sengit hingga akhir pertandingan.
Syafii, salah satu peserta dari PMII Kabupaten Malang, mengatakan bahwa ajang Domino Demokrasi merupakan kegiatan positif yang harus terus dikembangkan ke depannya.
“Ajang ini sangat luar biasa karena mampu mempersatukan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari organisasi kepemudaan, mahasiswa, karang taruna, hingga unsur partai politik bisa berkumpul dalam satu ruang penuh sportivitas dan kebersamaan,” ujarnya.
Ia juga menilai kompetisi seperti ini bukan hanya soal permainan domino, melainkan menjadi sarana membangun komunikasi, solidaritas, dan adu strategi secara sehat antar komunitas di Kabupaten Malang.
Turnamen Domino Demokrasi 2026 sendiri menjadi bukti bahwa permainan domino tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga olahraga strategi yang membutuhkan kekompakan, kecerdasan membaca permainan, dan ketenangan mengambil keputusan.












