Malang | Koranbangsa.com — Mahasiswa KKN-T Kalimantan Barat dari Universitas Al-Qolam Malang melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) kedua bersama masyarakat Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan tersebut turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, tokoh agama, perangkat desa, hingga jajaran Nahdlatul Ulama (NU) mulai dari tingkat ranting sampai Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kubu Raya. Jum’at (15/5/2026)
FGD kedua ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan forum diskusi strategis untuk membahas pelaksanaan program kerja mahasiswa KKN berdasarkan hasil observasi dan analisis lapangan yang telah dilakukan sebelumnya. Berbagai isu prioritas yang telah diangkat dalam FGD pertama beberapa minggu lalu kembali dibahas secara mendalam guna mencari solusi dan langkah nyata dalam pelaksanaannya.
Diskusi mulai berlangsung aktif ketika mahasiswa KKN memaparkan hasil analisis terkait sejumlah persoalan prioritas di Desa Jawa Tengah. Adapun isu-isu yang menjadi fokus pembahasan meliputi pemulasaran jenazah, pengelolaan sampah, pemberdayaan kaum mustad’afin, pengelolaan UMKM masyarakat desa, serta pembahasan mengenai legalitas dan pengurusan wakaf masjid, musala, TPQ, pondok pesantren, dan lembaga keagamaan lainnya.
Ketua PCNU Kubu Raya, KH. Jauhari, M.Pd., menyampaikan dukungan penuh terhadap seluruh program kerja mahasiswa KKN-T Universitas Al-Qolam Malang. Bahkan, beliau menegaskan kesiapan PCNU Kubu Raya untuk melakukan pendampingan secara menyeluruh, termasuk dukungan finansial demi kelancaran pelaksanaan program-program tersebut.
Dukungan serupa juga datang dari berbagai elemen organisasi NU di tingkat desa, mulai dari ketua ranting NU, Muslimat NU, hingga IPNU dan IPPNU yang menyatakan kesiapan mereka untuk turut mengawal serta menyukseskan pelaksanaan program kerja mahasiswa KKN-T.
Tidak hanya dari unsur organisasi keagamaan, perangkat desa juga memberikan tanggapan positif terhadap hasil analisis mahasiswa. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian serius ialah minimnya kader perempuan dalam pelaksanaan pemulasaran jenazah perempuan di Desa Jawa Tengah. Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani karena regenerasi petugas fardu kifayah masih sangat terbatas akibat beberapa faktor sosial dan kurangnya pelatihan.
Perangkat desa memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN-T yang dinilai berani mengangkat program kerja terkait fardu kifayah, khususnya pelatihan pemulasaran jenazah. Program tersebut dianggap menjadi pembeda antara KKN-T Universitas Al-Qolam Malang dengan program KKN dari perguruan tinggi lainnya, karena mampu menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat secara langsung.
Kegiatan FGD ini dipimpin langsung oleh dosen pembimbing lapangan, yakni Agil Fakilaturrahman, S.H., M.Kn., dan Komar, S.Pd., M.Pd. Acara berlangsung dengan lancar, penuh antusiasme, serta diwarnai semangat kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan organisasi keagamaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kehadiran mahasiswa KKN-T Universitas Al-Qolam Malang mampu memberikan dampak nyata, kebermanfaatan, serta kontribusi positif bagi masyarakat Desa Jawa Tengah. Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh KH. Jauhari, M.Pd.












