Lumajang | koranbangsa.com – Gunung Semeru yang berdiri kokoh di Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan geliat vulkaniknya dengan mengalami empat kali erupsi beruntun sejak fajar menyingsing pada Rabu pagi (13/5/2026).
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa ini dimulai sejak pukul 05.07 WIB dengan semburan kolom abu setinggi 400 meter di atas puncak.
Fenomena alam ini terus meningkat hanya dalam hitungan menit, di mana erupsi kedua terjadi pada pukul 05.19 WIB dengan kolom abu yang menjulang drastis hingga mencapai ketinggian 1.000 meter ke angkasa.
Memasuki tengah pagi, intensitas letusan tak kunjung surut. Sekitar pukul 05.53 WIB, kawah Jonggring Saloko kembali melontarkan abu vulkanik setinggi 900 meter.
Rangkaian aktivitas pagi ini kemudian ditutup dengan erupsi terbaru pada pukul 06.15 WIB yang mencatatkan tinggi kolom abu mencapai 500 meter di atas puncak atau sekitar 4.176 meter di atas permukaan laut. Dalam catatan seismograf, erupsi terakhir ini terekam memiliki amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi getaran selama 120 detik.
PVMBG mencatat bahwa material abu yang dimuntahkan Semeru kali ini terpantau berwarna putih hingga kelabu tebal yang condong tertiup angin ke arah barat daya. Meskipun terjadi rangkaian letusan yang cukup intens dalam kurun waktu kurang dari dua jam, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti rekomendasi zona aman yang telah ditetapkan.
Hingga saat ini, pemantauan terus dilakukan secara ketat untuk mengantisipasi adanya potensi bahaya lanjutan dari aktivitas vulkanik salah satu gunung api paling aktif di Indonesia tersebut.












