Malang | Koranbangsa.com — Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan H. Abdulloh Satar, M.M. atau yang akrab disapa Abah Satar. Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Malang itu resmi melaunching program bedah rumah bagi warga kurang mampu di Kecamatan Singosari, Minggu (10/5/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Desa Banjararum tersebut berlangsung hangat dan penuh antusiasme masyarakat.
Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin tokoh masyarakat Singosari, KH. Nu’man Khumaidi. Suasana semakin khidmat saat Abah Satar melakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol dimulainya gerakan sosial bedah rumah, yang kemudian diserahkan kepada Kepala Desa Banjararum, Ja’fari. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Camat Singosari Wellem, S.Sos, para kepala dusun, Ketua RW, Ketua RT, hingga relawan masyarakat yang selama ini aktif mengawal program sosial di wilayah Singosari.
Dalam sambutannya, Abah Satar menegaskan bahwa program bedah rumah bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan bentuk keberpihakan nyata terhadap rakyat kecil yang selama ini membutuhkan perhatian. Sebanyak 15 rumah warga akan dibedah dan tersebar di sejumlah desa se-Kecamatan Singosari, dengan titik awal pelaksanaan berada di Desa Banjararum.
“Rumah bukan hanya tempat berteduh, tapi tempat lahirnya harapan dan masa depan keluarga. Karena itu kami ingin memastikan masyarakat kecil juga bisa tinggal dengan layak dan bermartabat. Ini gerakan kemanusiaan, bukan sekadar pembangunan,” tegas Abah Satar di hadapan warga.
Figur Abah Satar dalam kegiatan ini tampak begitu dekat dengan masyarakat. Ia tidak hanya hadir sebagai pejabat politik, tetapi juga sebagai tokoh yang ingin memastikan aspirasi rakyat benar-benar diwujudkan dalam kerja nyata. Kehadirannya disambut hangat warga yang menilai program tersebut menjadi bukti bahwa politik bisa hadir membawa manfaat langsung bagi masyarakat bawah.
Camat Singosari, Wellem, S.Sos, memberikan apresiasi atas inisiatif sosial yang digagas Abah Satar bersama relawan dan masyarakat. Menurutnya, program bedah rumah menjadi contoh kolaborasi positif antara unsur pemerintah, tokoh masyarakat, dan kekuatan sosial di tingkat desa.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Program bedah rumah ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial masih hidup dan menjadi energi bersama untuk membangun Singosari,” ujar Wellem.
Sementara itu, Kepala Desa Banjararum, Ja’fari, menyebut program tersebut menjadi harapan baru bagi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan ekonomi dan kondisi rumah yang kurang layak. Ia menilai kehadiran Abah Satar membawa semangat perubahan yang nyata di tengah masyarakat.
“Kami bersyukur Desa Banjararum menjadi titik awal launching program ini. Warga sangat senang dan merasa diperhatikan. Semoga program seperti ini terus berlanjut dan bisa membantu lebih banyak masyarakat kecil,” ungkap Ja’fari.
Dengan dimulainya program bedah rumah ini, Abah Satar kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat akar rumput. Di tengah berbagai persoalan sosial yang dihadapi rakyat, langkah konkret seperti inilah yang dinilai masyarakat lebih bermakna dibanding sekadar janji politik tanpa realisasi. (*)












