Malang | Koranbangsa.com — Anggota Komisi II DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil Jawa Timur V Malang Raya, H. Ali Ahmad atau yang akrab disapa Gus Ali, menunjukkan komitmen politik kerakyatannya melalui agenda turun ke bawah (turba) yang digelar secara maraton di berbagai titik di Malang Raya.
Kegiatan yang dimulai sejak 14 April 2026 tersebut menjangkau wilayah Malang Utara, Kota Batu, Kota Malang, hingga Malang Selatan. Rangkaian turba ini ditutup di Hall Grand Miami, Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Rabu (6/5/2026), dengan dihadiri ratusan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Turba ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar konkret dalam menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Dalam setiap titik kunjungan, Gus Ali membuka ruang dialog, mendengar keluhan, serta mencatat berbagai kebutuhan warga, mulai dari persoalan administrasi kependudukan, pelayanan publik, hingga pembangunan daerah.
“Turba ini bukan formalitas politik. Ini adalah komitmen kami sebagai wakil rakyat untuk hadir, mendengar, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat secara nyata,” tegas Gus Ali dalam keterangannya di sela kegiatan.
Sebagai anggota Komisi II DPR RI yang membidangi pemerintahan dalam negeri, pertanahan, dan reformasi birokrasi, Gus Ali menekankan pentingnya kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat di daerah. Ia juga memastikan bahwa setiap aspirasi yang dihimpun akan menjadi bahan perjuangan di tingkat nasional.
“Sebagai kader PKB dan anggota DPR RI, saya memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk mengawal setiap aspirasi masyarakat Malang Raya. Apa yang disampaikan warga hari ini, akan kami bawa dan perjuangkan di Senayan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gus Ali menegaskan bahwa PKB sebagai partai berbasis nilai-nilai keumatan dan kebangsaan memiliki mandat kuat untuk terus dekat dengan rakyat. Turba, menurutnya, menjadi instrumen penting dalam menjaga konektivitas antara wakil rakyat dan konstituennya.
“Kami di PKB tidak boleh jauh dari rakyat. Politik harus menyentuh, bukan menjauh. Karena itu, kami pastikan hadir langsung di tengah masyarakat, mendengar tanpa sekat, dan bekerja tanpa jeda,” ungkapnya.
Kegiatan turba ini juga mendapat respons positif dari masyarakat yang hadir. Banyak warga mengapresiasi kehadiran langsung wakil rakyat yang dinilai mampu membuka ruang komunikasi dua arah yang selama ini dirindukan.
Dengan berakhirnya rangkaian turba di Malang Raya, Gus Ali menegaskan bahwa agenda serap aspirasi akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Baginya, keberpihakan kepada rakyat bukan hanya janji politik, melainkan kerja nyata yang harus terus dijaga.
“Ini bukan akhir, tapi bagian dari proses panjang perjuangan kami. Kami akan terus hadir, terus mendengar, dan terus mengawal kepentingan rakyat,” pungkasnya.












