Malang | Koranbangsa.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang Kelompok 11 melaksanakan kegiatan edukasi mengenai bahaya penggunaan gadget berlebihan pada anak usia dini di SDN 4 Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, pada Jumat, 23 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas V dan VI serta berlangsung selama kurang lebih dua jam di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) UNIRA Malang, yaitu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dirancang dengan fokus tema tertentu sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa. Melalui KKN-T, mahasiswa tidak hanya melaksanakan kewajiban akademik, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan edukasi serta solusi atas permasalahan sosial, khususnya di bidang pendidikan dan budaya.
Edukasi bahaya penggunaan gadget diberikan kepada siswa kelas V dan VI SDN 4 Toyomarto dengan tujuan meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai dampak penggunaan gadget secara berlebihan dalam kehidupan sehari-hari. Penyampaian materi dilakukan secara sederhana, komunikatif, dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Materi yang disampaikan meliputi dampak positif dan negatif penggunaan gadget. Mahasiswa menjelaskan manfaat teknologi sebagai sarana belajar dan mencari informasi, sekaligus mengingatkan dampak negatif yang dapat muncul jika digunakan secara berlebihan, seperti gangguan kesehatan mata, menurunnya konsentrasi belajar, serta berkurangnya interaksi sosial dengan teman sebaya. Selain itu, siswa juga diajak untuk membatasi waktu penggunaan gadget dan memanfaatkan waktu luang dengan aktivitas yang lebih bermanfaat.
Koordinator Desa (Kordes) KKN-T UNIRA Kelompok 11 menyampaikan bahwa kegiatan edukasi ini penting dilakukan sejak dini. “Saat ini anak-anak sangat dekat dengan gadget. Jika tidak diberikan pemahaman sejak awal, penggunaan gadget bisa berdampak pada kebiasaan belajar dan perkembangan sosial mereka,” ujarnya.
Kepala Sekolah SDN 4 Toyomarto menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi peran mahasiswa KKN-T UNIRA. Menurutnya, edukasi ini sangat membantu sekolah dalam menanamkan kesadaran kepada siswa mengenai penggunaan teknologi yang sehat dan seimbang. “Kami berharap anak-anak dapat lebih bijak menggunakan gadget dan tidak berlebihan, terutama di luar jam belajar,” tuturnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan edukasi juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan dan aktif menceritakan kebiasaan mereka dalam menggunakan gadget, baik untuk bermain gim maupun mengakses media hiburan lainnya.
Kegiatan edukasi ini sejalan dengan program kerja utama KKN-T UNIRA Kelompok 11, yaitu Revitalisasi Kampung Dolanan Desa Toyomarto. Program tersebut bertujuan menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai alternatif aktivitas positif bagi anak-anak agar tidak terlalu bergantung pada gadget, sekaligus mendorong interaksi sosial dan aktivitas fisik.
Perangkat Desa Toyomarto turut mengapresiasi program tersebut karena dinilai relevan dengan kondisi anak-anak saat ini. “Kami mendukung kegiatan mahasiswa KKN yang mendorong anak-anak kembali bermain secara langsung dan bersosialisasi. Hal ini penting untuk membentuk karakter dan kebiasaan yang sehat sejak usia dini,” ujarnya.
Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa KKN-T UNIRA Kelompok 11 berharap siswa SDN 4 Toyomarto dapat lebih bijak dalam menggunakan gadget serta termotivasi untuk kembali bermain dan belajar secara langsung bersama teman-teman, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang sehat, seimbang, dan berkelanjutan.








