Perlombaan cerdas cermat dalam rangka memperingati hari isra’ mi’raj di MI NURUL HUDA Desa Babadan kecamatan Ngajum

Korangbangsa.com | Pagi itu, suasana MI Nurul Huda tampak berbeda dari biasanya. Ruang aula sekolah yang sehari-hari menjadi tempat belajar berubah menjadi arena penuh semangat, tawa, dan antusiasme. Hiasan sederhana namun sarat makna menghiasi setiap sudut ruangan, berpadu dengan spanduk besar bertuliskan “Lomba Cerdas Cermat MI Nurul Huda dalam Rangka Memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW”. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda istimewa yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga edukatif dan inspiratif bagi seluruh warga madrasah.

Isra Mi’raj merupakan peristiwa monumental dalam sejarah Islam yang mengandung banyak pelajaran penting, terutama tentang kewajiban shalat, keimanan, dan ketaatan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, MI Nurul Huda memaknai peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar sebagai rutinitas tahunan, melainkan sebagai momentum strategis untuk menanamkan nilai-nilai keislaman melalui pendekatan yang menyenangkan dan mendidik. Salah satu wujud nyatanya adalah dengan menyelenggarakan lomba cerdas cermat antar peserta didik.

Peserta lomba terdiri dari perwakilan siswa-siswi terbaik dari masing-masing kelas. Mereka tampil rapi mengenakan busana muslim yang mencerminkan identitas madrasah: sarung, peci, gamis, dan kerudung sederhana. Wajah-wajah polos namun penuh semangat tampak jelas, menandakan kesiapan mereka untuk beradu pengetahuan dan kecerdasan. Di balik ketegangan yang menyelimuti lomba, tersirat kebanggaan dan harapan besar dari para guru serta orang tua yang menyaksikan.

Lomba cerdas cermat ini dirancang untuk menguji pemahaman peserta didik tentang materi keislaman, khususnya seputar Isra Mi’raj, akidah, akhlak, fikih dasar, serta pengetahuan umum yang relevan dengan pendidikan dasar. Setiap kelompok duduk di meja masing-masing, dilengkapi bel dan papan nama kelompok. Saat pertanyaan dibacakan oleh pembawa acara, suasana ruangan seketika hening, hanya terdengar detak waktu dan bisikan doa dalam hati para peserta.

Menariknya, lomba ini tidak hanya mengasah kemampuan kognitif, tetapi juga melatih keberanian, kerja sama tim, dan sportivitas. Anak-anak belajar untuk saling mendukung, berdiskusi cepat, serta menerima hasil dengan lapang dada. Ketika salah satu kelompok berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat, tepuk tangan pun menggema, menciptakan suasana kompetisi yang sehat dan penuh apresiasi.

Para guru dan dewan juri tampak serius namun tetap ramah dalam menjalankan tugasnya. Penilaian dilakukan secara objektif dan transparan, sehingga peserta merasa dihargai dan termotivasi untuk memberikan yang terbaik. Tidak jarang, para guru menyelipkan pesan-pesan moral dan motivasi di sela-sela lomba, mengingatkan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini bukan semata-mata kemenangan, melainkan proses belajar dan pembentukan karakter.

Antusiasme peserta semakin meningkat seiring berjalannya lomba. Setiap sesi pertanyaan menghadirkan tantangan baru yang menguji konsentrasi dan kecepatan berpikir. Meski sebagian peserta tampak gugup, mereka tetap berusaha tampil percaya diri. Hal ini menjadi bukti bahwa kegiatan lomba seperti ini mampu melatih mental dan keberanian anak sejak usia dini, bekal penting bagi masa depan mereka.

Di sisi lain, para penonton yang terdiri dari siswa, guru, dan peserta KKN STIT IBNU SINA turut merasakan semangat yang sama. Mereka menyimak jalannya lomba dengan penuh perhatian, sesekali memberikan dukungan dan semangat. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa, mencerminkan harmonisasi antara pendidikan, nilai agama, dan kebersamaan sosial.

Kepala madrasah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan lomba cerdas cermat ini merupakan bagian dari upaya MI Nurul Huda untuk menciptakan lingkungan belajar yang aktif, kreatif, dan religius. Beliau menekankan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan ajaran Islam sejak dini, agar peserta didik tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara intelektual dan matang secara spiritual.

Di sisi lain para dewan guru kepada perwakilan anggota KKN memberikan sedikit waktu untuk memperkenalkan anggotanya dan sedikit memberikan semangat yang membara, juga pesan dari dewan guru para anggota KKN diberi amanat untuk mengkoordinir para murid murid agar acara lancar dan terlaksana

Peringatan Isra Mi’raj melalui lomba cerdas cermat ini juga menjadi sarana refleksi bersama tentang pentingnya shalat sebagai tiang agama. Melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, peserta didik diajak untuk memahami makna shalat tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai sarana pembentukan akhlak dan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada akhir kegiatan, pengumuman pemenang disambut dengan sorak sorai dan rasa haru. Namun, yang lebih penting dari sekadar juara adalah pengalaman berharga yang diperoleh seluruh peserta. Mereka pulang dengan membawa ilmu, kenangan, serta motivasi baru untuk terus belajar dan berprestasi.

Kegiatan lomba cerdas cermat dalam rangka memperingati Isra Mi’raj di MI Nurul Huda ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan agama dapat dikemas secara menarik dan menyenangkan. Melalui kegiatan seperti ini, madrasah tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter, menumbuhkan semangat belajar, dan memperkuat nilai-nilai keislaman dalam diri peserta didik.

Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan di masa mendatang, menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. MI Nurul Huda telah menunjukkan bahwa peringatan hari besar Islam bukan sekadar perayaan, melainkan momentum strategis untuk mencetak generasi unggul yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.