Berita  

Gelar Kopdar Dan Rembug Digital, NU Kab Malang Rumuskan Gerakan Santri Digital

created by photogrid

Malang | KoranBangsa.com – Sekretaris PCNU Kabupaten Malang sekaligus Rektor Universitas Al-Qolam Malang, Gus M. Adib, menegaskan bahwa kasus pelecehan pesantren oleh Trans7 menjadi momentum kebangkitan baru bagi kalangan santri untuk sadar dan berdaulat di ruang digital.

Pernyataan itu disampaikan usai Kopdar dan Rembug Digital Pasca Kasus Trans7 yang digelar oleh PCNU Kabupaten Malang, Senin, 27/10/2025 bertempat di Warung Pedas Tangkilsari Tajinan.

Forum tersebut diikuti oleh berbagai lembaga dan badan otonom NU, seperti RMI, LPTNU, Lakpesdam, ISNU, dan perwakilan media, guna merumuskan langkah strategis dalam menata ruang digital dan menjaga marwah pesantren.

Santri Harus Pahami Dunia Digital, Bukan Sekadar Reaksi. Menurut Gus M. Adib, kasus Trans7 tidak bisa dibaca sekadar sebagai kealpaan media, melainkan sebagai gambaran bahwa dunia digital hari ini telah menjadi arena perang ideologis yang mempengaruhi persepsi publik tentang Islam, pesantren, kiai dan santri.

“Kasus Trans7 menjadi alarm keras bagi kita semua. Santri dan pesantren tidak boleh hanya reaktif, tapi harus mampu membaca, memahami, dan menguasai ruang digital sebagai bagian dari jihad intelektual dan dakwah kebangsaan,” ujar Gus M. Adib.

Ia menegaskan bahwa media sosial dan platform digital kini menjadi battlefield baru bagi perang narasi dan ideologi. Karena itu, NU dan pesantren tidak boleh hanya menjadi korban framing, tetapi harus membangun kesadaran baru dan struktur gerakan digital yang sistematis.

Membangun Gerakan Kolektif Digital NU Kabupaten Malang. Dalam kopdar tersebut, Gus M. Adib menyampaikan hasil rumusan strategis berupa Gerakan Kolektif Digital NU Kabupaten Malang.
Gerakan ini akan melibatkan berbagai elemen NU seperti RMI, LPTNU, ISNU, Lakpesdam, dan lembaga-lembaga yang ada di NU serta pelibatan media.

“Gerakan ini bukan reaksi sesaat. Ini langkah jangka panjang untuk membangun ekosistem digital yang sehat, etis, dan berpihak pada nilai-nilai pesantren,” tegasnya.

Gus Adib juga menyampaikan beberapa program utama dari gerakan tersebut antara lain adalah Kampanye Literasi Digital dan Media Sosial di kalangan santri, pelajar, dan masyarakat pesantren. Pembentukan Kader Cyber Santri (Cyber Troop NU) dari alumni PKPNU dan mahasiswa PTNU untuk patroli dan kontra-narasi di media sosial.

Kemudian, produksi Konten Positif dan Dakwah Digital tentang pesantren, santri, dan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Advokasi Kebijakan Ruang Publik Digital bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait. Serta kolaborasi dengan Media dan Komunitas Kreatif untuk membangun persepsi publik yang konstruktif tentang Islam moderat, pesantren, kiai dan santri.

Dalam penjelasannya, Gus M. Adib juga mengutip teori Stuart Hall tentang encoding–decoding untuk menjelaskan bahwa media tidak pernah netral dalam menyampaikan pesan.

“Media selalu membawa ideologi tertentu. Pesan tentang pesantren bisa dikemas dengan cara yang bias untuk membentuk opini publik negatif. Karena itu, kita harus hadir di ruang digital, bukan untuk marah-marah, tapi untuk memberi makna dan narasi tandingan yang mencerahkan,” terang Gus M. Adib.

Menurutnya, dunia digital harus menjadi madrasah baru bagi santri untuk berdakwah, berpikir kritis, dan membela nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan para kiai.

Dari Reaksi ke Aksi, Santri harus menjadi penjaga Peradaban Digital. Hal ini Lebih lanjut dijelaskan oleh Gus M. Adib bahwa NU tidak boleh lagi sekadar menjadi reaktor atas isu-isu media, tetapi harus menjadi pengarah peradaban digital.

“Santri hari ini harus bisa menulis, memproduksi konten, dan membaca algoritma. Dunia digital bukan ancaman, tapi peluang untuk berdakwah dan menebar nilai Islam yang ramah,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesadaran baru ini harus dibarengi dengan gerakan kultural di pesantren, termasuk integrasi literasi digital ke dalam kurikulum pesantren, pembentukan tim kreatif santri, serta penguatan sinergi dengan media dan akademisi.

Gus Adib memberikan Penegasan bahwa Santri Tak Boleh Diam.

“Kita tidak boleh diam ketika pesantren dan kiai dihina. Tapi reaksi kita harus cerdas dan beradab. Kita jawab dengan karya, dengan narasi, dengan literasi. Inilah jihad digital santri di era baru,” pungkas Gus M. Adib.

Ia juga menegaskan, misi besar NU hari ini bukan sekadar membela kehormatan kiai, tetapi juga menjaga akal sehat publik agar tidak dikuasai oleh kebencian dan disinformasi.
Karena itu, ia mengajak seluruh pesantren, kampus, dan komunitas NU untuk bergerak bersama dalam satu barisan, mengawal ruang digital sebagai ladang dakwah peradaban. (*)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam