MALANG | KORANBANGSA.COM — Korps PMII Putri (KOPRI) Komisariat Universitas Islam Raden Rahmat menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Kader (PPK) selama dua hari 14-15 Juni 2025 di Aula KNPI Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mencetak kader perempuan yang berdaya pikir, progresif, dan siap tampil sebagai pemimpin dalam dinamika sosial dan gerakan mahasiswa.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua KOPRI PC PMII Kabupaten Malang, Helina Suciati, S.Psi., beserta peserta dari berbagai Rayon di lingkungan Komisariat. Acara dibuka dengan laporan dari ketua pelaksana, dilanjutkan sambutan oleh Ketua KOPRI Komisariat Universitas Islam Raden Rahmat, Nurul Fatimah, dan secara resmi dibuka oleh Ketua KOPRI PMII Kabupaten Malang.
Dalam sambutannya, Nurul Fatimah menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan upaya nyata dalam membentuk karakter dan kapasitas kader perempuan PMII yang adaptif, berdaya saing, dan siap mengemban peran strategis.
“Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas kaderisasi, tetapi ruang pembuktian bahwa perempuan PMII mampu berpikir strategis, membangun gagasan, dan berdiri di garis depan perjuangan,” tegasnya.
Senada dengan itu, Helina Suciati, S.Psi. menyampaikan bahwa KOPRI harus menjadi ruang penguatan, bukan hanya tempat berkumpul, tetapi tempat menempa kepekaan, menajamkan keberanian, dan memperkuat daya juang perempuan.
“KOPRI adalah ruang penguatan. Di sinilah kita mengasah kepekaan, menajamkan pikiran, dan memperkuat keberanian untuk memimpin. Jadilah kader yang tidak hanya bersuara, tetapi mampu menggerakkan,” ungkapnya. (15/6/2025)
Adapun tujuan dari kegiatan ini secara umum adalah untuk meningkatkan kapasitas intelektual dan kepemimpinan kader perempuan PMII agar mampu berperan aktif dalam ruang organisasi maupun sosial. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan membentuk karakter kader yang progresif, menjunjung tinggi nilai-nilai akhlakul karimah, serta memiliki kesadaran akan peran strategis perempuan dalam proses perubahan. Tak kalah penting, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas dan jaringan antar kader KOPRI di lingkungan Komisariat, sehingga mampu membangun kekuatan kolektif dalam menjalankan visi perjuangan.
Selama dua hari pelatihan, para peserta mengikuti berbagai sesi materi yang disampaikan oleh narasumber internal dan eksternal, yang membahas isu-isu seperti gender, kepemimpinan strategis, ideologi PMII, dan komunikasi organisasi. Suasana pelatihan berlangsung dinamis, reflektif, dan inspiratif, menumbuhkan semangat baru dalam diri setiap peserta untuk terus berkembang dan berkontribusi sebagai perempuan PMII yang berintegritas. (*)












