Malang | Koranbangsa.com — Upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus dilakukan seiring pesatnya perkembangan teknologi. Hal tersebut tercermin dalam Seminar UMKM bertema “Mengoptimalisasikan Bisnis di Era Digital” yang digelar di MI Nurul Huda, Dusun Babadan, pada [tanggal kegiatan].
Seminar ini menghadirkan Gus Mushodakul Umam, M.Pd, pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Munawwirin Curungrejo Kepanjen, sebagai narasumber. Kegiatan diikuti para pelaku UMKM dan pendamping UMKM yang berkomitmen mendorong usaha lokal agar lebih adaptif terhadap perubahan zaman.
Dalam pemaparannya, Gus Mushodakul Umam menegaskan bahwa pelaku UMKM harus mulai berani bertransformasi dan memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha.
“Di era digital seperti sekarang, UMKM tidak bisa hanya mengandalkan cara-cara lama. Media sosial dan platform digital adalah peluang besar yang harus dimanfaatkan agar usaha bisa berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Gus Mushodakul Umam.
Ia juga menekankan pentingnya membangun identitas produk agar memiliki daya tarik di tengah persaingan pasar.
“Produk UMKM harus punya branding yang jelas. Kemasan, cerita produk, dan konten promosi di media sosial sangat menentukan minat konsumen,” tambahnya.
Seminar ini membahas secara mendalam strategi pemasaran digital, mulai dari pengenalan branding produk, pembuatan konten yang menarik, hingga pemanfaatan marketplace dan media sosial sebagai sarana pemasaran yang efektif dan efisien. Materi disampaikan secara komunikatif dan aplikatif sehingga mudah dipahami oleh peserta.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha, khususnya terkait pemasaran digital dan pengelolaan media sosial.
Melalui seminar ini, diharapkan pelaku UMKM di Dusun Babadan dan sekitarnya semakin melek digital, mampu meningkatkan kualitas usaha, serta siap bersaing di pasar yang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi. (*)












