Berita  

Mahasiswa KKN UNIKAMA 2025 Sukses Gelar Sosialisasi Pupuk Organik dan Mineral Molasses Block di Desa Banjararum

MALANG | KORANBANGSA.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) tahun 2025 sukses melaksanakan program sosialisasi pemanfaatan limbah ternak dan pembuatan Mineral Molasses Block (MMB) di Desa Banjararum, Kabupaten Malang. Kegiatan ini berlangsung pada 27–31 Agustus 2025 dan menyasar langsung para peternak di Dusun Tanjung.

Pemanfaatan Limbah Ternak Jadi Pupuk Organik

Limbah peternakan seperti kotoran hewan seringkali menjadi masalah lingkungan karena menimbulkan bau menyengat dan mencemari sekitar. Melalui program ini, mahasiswa KKN UNIKAMA memperkenalkan cara mengolah kotoran kambing menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomis.

“Kotoran kambing mudah diaplikasikan dan tidak berbau menyengat dibandingkan kotoran sapi,” ungkap Jemikson, salah satu anggota tim KKN.

Proses pembuatan pupuk melibatkan bahan seperti kotoran kambing, jagung, sorgum, molasses, dan EM4. Limbah diolah melalui fermentasi sehingga menghasilkan pupuk kandang berkualitas tinggi. Menurut penanggung jawab program, Yehezkiel Christony Alauw, pupuk ini bermanfaat ganda: membantu peternak mengurangi limbah sekaligus mendukung petani mendapatkan pupuk organik murah untuk lahan pertanian.

Pak Mistono, salah satu peternak penerima sosialisasi, mengaku sangat terbantu dengan inovasi ini. “Saya berharap program ini tidak berhenti di sini, tapi ada pendampingan lebih lanjut agar bisa terus berkembang,” ujarnya.

Inovasi Mineral Molasses Block (MMB)

Selain pupuk organik, mahasiswa juga mengenalkan Mineral Molasses Block (MMB), yaitu suplemen pakan ternak ruminansia berbentuk padat yang kaya energi dan mineral. MMB berfungsi meningkatkan nafsu makan, kesehatan, reproduksi, serta mencegah kekurangan mineral pada ternak.

Proses pembuatan MMB dilakukan dengan mencampurkan garam, mineral premix, semen putih, molasses, dedak, dan air. Setelah diaduk hingga kalis, adonan dicetak dan dijemur hingga kering. Produk ini hanya diperuntukkan bagi ternak dewasa dengan takaran tertentu.

“MMB meskipun bukan pakan utama, tapi sangat membantu meningkatkan bobot dan kesehatan ternak. Ini inovasi baru bagi kami,” tutur Pak Juned, salah satu peternak setempat.

Disambut Antusias Peternak

Sosialisasi ini mendapat respon positif dari warga. Para peternak menilai program KKN UNIKAMA tidak hanya memberi ilmu baru, tetapi juga solusi nyata untuk mengurangi biaya pakan sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih.

Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi mahasiswa dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan positif yang berkelanjutan, terutama dalam bidang peternakan dan pertanian desa. (*)