Berita  

Melangkah ke Gerbang Remaja: KKN Mahasiswa UNIKAMA Bekali Siswa SDN 2 Banjararum dengan Pengetahuan Pubertas

MALANG | KORANBANGSA.COM — Tim Mahasiswa KKN 2025 Universitas PGRI Kanjuruhan Malang yang berada di Desa Banjararum sukses menggelar kegiatan Sosialisasi Pubertas di SDN 2 Banjararum pada hari Kamis (7/8/2025) pagi. Kegiatan ini dengan sasaran siswa siswa kelas 5 dan 6 SDN 2 Banjararum. Pembagian pada siswa perempuan dan siswa laki-laki dibedakan menjadi 2 kelas. Siswa perempuan sosialisasi dengan mahasiswa perempuan sedangkan siswa laki-laki sosialisasi dengan mahasiswa laki-laki. Tujuan sosialisasi pubertas ini bukan hanya memberikan informasi tentang perubahan fisik, namun siswa diharapkan dapat membangun pemahaman yang sehat dan bersih tentang tubuh mereka sendiri. Serta menyikapi perubahan hormon secara positif dan bertanggung jawab.

Masa remaja pada anak usia 10-21 tahun adalah transisi dari masa anak-anak menuju perkembangan yang lebih matang mencangkup perkembangan fisik, emosional, sosial, kognitif, dan mental. Perkembangan ini berawal dari masa pubertas yang menandakan dirinya menjadi seseorang yang mandiri dan matang secara sosial. Pada masa remaja perkembangan emosional anak sering berubah-ubah (moody) dan lebih sensitif. Mereka mulai merekam aktifitas sosial disekitarnya untuk mencari identitas diri dan membutuhkan privasi yang lebih.

Sosialisasi pubertas ini yang dilakakukan Tim KKN UNIKAMA 2025 berfokus pada memberikan wawasan pada siswa kelas 5 dan 6 tentang bagaimana caranya menjadi remaja yang berfikir secara matang dan edukasi menjaga diri dalam perubahan fisik yang ketika tubuh anak-anak mulai matang secara seksual serta mampu bereproduksi. Menjelaskan masa pubertas ciri fisik pada perempuan (usia 8-13 tahun) seperti tumbuhnya payudara, pinggul melebar, mengalami menstruasi, timbul jerawat, tumbungnya rambut di area ketiak serta kemaluan. Sedangkan ciri fisik pada laki-laki (usia 9-14 tahun) seperti timbul jakun, suara lebih berat, mengalami mimpi basah, tumbuh rambut seperti kumis, jenggot, ketiak, dada, dan kemaluan.

Meskipun pembahasan sosialisasi pubertas ini sangat sensitif untuk mereka kami memberikan suasana yang berlangsung sangat menyenangkan dan interaktif karena siswa aktif bertanya. “Apakah masa mestruasi ini sangat wajar bagi saya sebagai perempuan.” Ujar Bilqis siswa kelas 6 SDN 2 Banjararum. Salah satu pertanyaan siswa perempuan tersebut langsung terjawab “Betul, masa menstruasi itu terjadi pada anak perempuan normal pertama rentang usia 10-15 tahun yang dimana setiap individu bervariasi.” Ujar Asifa

Dengan adanya sosialisasi pubertas ini akan memberikan dampak positif untuk siswa SDN 2 Banjararum. Menurut Ibu Dwi Cahyo Rini, S.Pd selaku Kepala Sekolah SDN 2 Banjararum, mengungkapkan sangat senang karena adik-adik yang memperoleh sosialisasi bisa mengetahui perubahan yang akan dialami, dan memahami materi yg disampaikan sehingga anak-anak bisa menjaga diri baik kesehatan maupun fisiknya. Kami merasa sangat terbantu dan senang dengan kehadiran adik-adik mahasiswa KKN UNIKAMA di sekolah kami karena membawa suasana baru yang lebih segar, penuh semangat, dan memberi warna berbeda dalam kegiatan pembelajaran maupun non pembelajaran dan lebih termotivasi dengan kegiatan yang adik-adik KKN UNIKAMA laksanakan.

“Tidak hanya menjelaskan terkait perubahan tubuh juga edukasi kalau sudah menstruasi menurut ajaran Islam melakukan mandi wajib, niat mandi wajib, cara mandi wajib yang benar, dan bagaimana cara mencuci bekas pembalut serta memasang pembalut yang baru.” Ujar Melia Regita selaku penanggung jawab proker sosialisasi pubertas.

Suasana kelas sosialisasi pubertas di siswa perempuan

Suasana di ruang sosialisasi siswa laki-laki meskipun pembahasan sangat sensitif mereka juga memberikan interaksi dengan memberikan ice breaking untuk mencairkan suasana supaya tidak terlalu pada penjelasan materi. “Suasana sangat seru, ramai, siswa sangat aktif dan partisipatif dalam bertanya maupun menjawab serta materi yang disampaikan dapat diterima sehingga kegiatan sosialisasi berlangsung dengan lancar.” Ujar Yehezkiel Christony Alauw selaku Kordes KKN Unikama 2025

Diharapkan sosialisasi ini tidak akan pernah putus setiap tahunnya bahwa edukasi ini dapat disampaikan oleh siapa saja asalkan memberikan pengetahuan yang sesuai dengan panduan teori. Bukan hanya sekedar program kerja namun Tim KKN Unikama 2025 berupaya pada guru akan terus mengedukasi tentang masa remaja untuk siswa/i nya nanti. Dengan adanya kegiatan ini siswa/i tidak akan lagi mendapatkan informasi yang salah terkait sosialisasi pubertas. Mahasiswa KKN berharap edukasi ini menjadi langkah awal bagi siswa/i untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih dewasa, percaya diri, dan bertanggung jawab. (*)