MALANG | KORANBANGSA.COM – Semangat berbagi dan kepedulian sosial membahana di Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, dalam peringatan Tahun Baru Islam 1447 Hijriah. Sebanyak 42 anak yatim-piatu dari berbagai dusun di desa tersebut merasakan kehangatan santunan dalam acara yang berlangsung khidmat pada Kamis lalu.
Acara yang merupakan kolaborasi apik antara Pemerintah Desa Sumberejo, Ranting Nahdlatul Ulama (NU), Lazisnu, Muslimat, Fatayat, Ansor Sumberejo, serta dukungan para dermawan ini diawali dengan lantunan sholawat Banjari yang syahdu, menciptakan suasana religius nan mengharukan.
*Pesan Mendalam dari Tokoh dan Ulama*
Kepala Desa Amsori, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat. “Kepedulian terhadap anak-anak yatim bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya, seraya berharap kegiatan mulia ini dapat menjadi agenda rutin.
Ustadz Kholili, melalui mauidhoh hasanahnya, menekankan keutamaan bulan Muharram, khususnya tanggal 10 atau Hari Asyura yang penuh peristiwa penting. Ia juga menyampaikan pesan yang menggugah: “Jangan hanya ikhlas dalam beramal, tapi juga jangan pelit. Kalau mampu, berikanlah dalam jumlah yang banyak. Itulah bentuk kesungguhan dalam membantu sesama.” Beliau bahkan menawarkan bantuan bagi orang tua yang kesulitan menyekolahkan anaknya hingga 12 tahun, menunjukkan komitmen kuat terhadap pendidikan.
Sementara itu, Ustadz Samsul dari Lazisnu Ranting Sumberejo menjelaskan bahwa program santunan anak yatim dan bantuan duka cita telah berjalan aktif selama tiga tahun berkat dana yang terkumpul melalui kotak koin di tiga dusun. “Program ini rutin kami jalankan dua kali setahun, saat bulan Muharram dan Ramadan,” imbuhnya.
Haru dan Bahagia dalam Kebersamaan
Puncak acara ditandai dengan penyerahan santunan secara simbolis oleh para donatur, termasuk Kepala Desa, Kepala Dusun, dan staf pemerintahan desa. Raut haru bercampur bahagia terpancar jelas dari wajah para penerima santunan, menandai momen kebersamaan yang penuh makna.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan bukti nyata bahwa nilai-nilai kepedulian sosial dan semangat gotong royong masih terjaga erat di tengah masyarakat Desa Sumberejo. Di momentum Tahun Baru Islam yang penuh berkah ini, santunan menjadi wujud nyata solidaritas untuk masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak yatim desa.












